Gunung Semeru kembali luncurkan awan panas guguran sejauh 4 km.
REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG, – Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4.000 meter ke arah tenggara, tepatnya Besuk Kobokan, pada Jumat malam. Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyampaikan informasi ini setelah mendapatkan laporan kejadian tersebut.
Erupsi terjadi pada pukul 20.02 WIB, namun tinggi kolom letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dan berlangsung selama 3 menit 56 detik. Sebelumnya, awan panas guguran tercatat sebanyak tiga kali terjadi pada hari yang sama, dengan jarak luncur bervariasi mulai dari 2.500 hingga 3.000 meter.
Isnugroho menegaskan bahwa awan panas guguran tidak berdampak pada aktivitas warga karena lokasi kejadian jauh dari pemukiman. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingat status vulkanik Gunung Semeru masih berada di level siaga atau level III.
Pihak BPBD mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Selain itu, warga diminta menjaga jarak aman 500 meter dari tepi sungai untuk menghindari potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah Gunung Semeru guna menghindari bahaya lontaran batu pijar. Kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat sangat diperlukan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
1







































