Suka Pamer dan Riya, Ulama dan Dermawan Terjerumus ke Neraka

14 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Syekh Abu Abdullah Musthafa al-‘Adawy dalam karyanya, Fikih Akhlak, menjelaskan perihal keikhlasan. Dalam bahasa Arab, kata ikhlash berakar dari khalasha yang berarti ‘jernih’ atau ‘suci dari campuran dan pencemaran.’

Dalam konteks amal ibadah, seseorang dianggap telah ikhlas apabila ia beramal karena Allah saja. Seorang yang ikhlas (mukhlis) akan menghindari pujian dan perhatian makhluk, serta membersihkan amal perbuatan yang dilakukannya dari setiap yang mencemarkan.

Menurut al-‘Adawy, salah satu faktor kesuksesan dalam konsistensi akhlak ialah ikhlas. “Jika Anda memberi, maka berilah hanya karena Allah. Jika Anda mencintai, maka cintailah hanya karena Allah, dan jika Anda membenci, bencilah karena Allah,” tulisnya.

Allah menjanjikan balasan yang besar bagi mereka yang ikhlas menderma. “Orang yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya), dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Mahatinggi. Dan niscaya kelak ia akan mendapatkan kesenangan (yang sempurna)” (QS al-Lail: 18-21).

Sebaliknya, ancaman siksa yang besar dialamatkan kepada mereka yang tidak ikhlas. Ketidaktulusan itu tetap menjadi faktor pembeda di hadapan Allah. Walaupun seseorang semasa hidupnya dikenal sebagai Muslim yang berakhlak mulia, ganjaran surga belum tentu dapat diperolehnya selama jauh dari ridha Illahi.

Kisah syuhada, ulama dan dermawan

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh, orang pertama yang akan diputuskan pada hari Kiamat kelak adalah seorang yang mati syahid. Ia dihadapkan kepada Allah dan diingatkan akan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya, dan hal itu diakuinya. Kemudian Allah berfirman, ‘Apa yang telah kamu lakukan dengan (nikmat) itu semua?’

Jawabnya, ‘Aku telah berperang untuk Engkau hingga mati syahid.’

Allah berfirman, ‘Kamu berdusta. Kamu berperang untuk dikenal sebagai pahlawan yang gagah berani.’ Lantas, ia diseret ke dalam api neraka.

Orang yang kedua dihadapkan kepada Allah. Ia adalah orang yang belajar ilmu agama dan mengajarkannya, serta pandai membaca Alquran. Maka diberitakan tentang nikmat-nikmat yang telah ia peroleh dan ia mengakuinya. Allah berfirman, ‘Apa yang telah kamu lakukan dengan (nikmat) itu semua?’

Jawab orang itu, ‘Aku telah belajar ilmu, mengajarkannya, serta membaca Alquran untuk Engkau.’

Allah berfirman, ‘Kamu berdusta. Kamu belajar ilmu agar mendapat gelar alim, membaca Alquran agar mendapat gelar qari.’ Kemudian diperintahkan kepada malaikat untuk mencampakkannya ke dalam api neraka.

Orang ketiga yang dihadapkan kepada Allah adalah ia yang diluaskan rezekinya dan hidup kaya (semasa di dunia). Maka diberitakan kepadanya tentang nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya, dan ia mengakuinya. Allah berfirman, ‘Apa yang telah kamu lakukan dengan (nikmat) itu semua?’

Jawab orang itu, ‘Aku selalu mendermakannya demi Engkau di jalan yang Engkau sukai.’ Allah berfirman, ‘Kamu berdusta. Kamu mendermakan harta agar disebut dermawan, dan telah dikenal begitu di dunia.’ Maka Allah memerintahkan malaikat untuk melemparkan orang itu ke dalam neraka.” 

Read Entire Article