Setelah OTT, Plt Bupati Pati Ingin Pengisian Perangkat Desa Bisa Diawasi Masyarakat

2 days ago 13
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Bupati Pati Sudewo (depan) dengan menggunakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/1/2026). Dari hasil OTT tersebut KPK menetapkan dan menahan sejumlah tersangka yakni Bupati Pati Sudewo, Abdul Suyono Kades Karangrowo, Sumarjiono Kades Arumanis serta Karjan Kades Sukorukun terkait dugaan kasus pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pati. Selain itu, Tim KPK juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai Rp2,6 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, PATI -- Wakil Bupati Pati yang kini menjadi Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengaku tidak mengetahui adanya rencana pengisian jabatan perangkat desa di wilayahnya. Pernyataannya berkaitan dengan kasus dugaan jual beli jabatan perangkat desa yang menyeret bupati Pati nonaktif, Sudewo. Chandra menginginkan agar proses pengisian perangkat desa bisa diawasi seluruh masyarakat Pati. 

Saat memberikan keterangan pers seusai menerima surat pengangkatannya menjadi Plt Bupati Pati yang diserahkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin di Kantor Pemkab Pati pada Rabu (21/1/2026), Chandra sempat ditanya seputar operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Sudewo. Chandra mengaku baru mengetahui soal adanya OTT terhadap Sudewo lewat media sosial pada Senin (19/1/2026) antara pukul 08:00-09:00 WIB. KPK diketahui melakukan OTT pada Senin dini hari.

Awak media kemudian sempat ditanya apakah dia dan Sudewo pernah membahas soal rencana pengisian jabatan perangkat desa di Pati. "Saya malah justru tahunya setelah terjadi OTT ini," ujar Chandra merespons pertanyaan tersebut. 

Chandra mengatakan, saat ini dia belum akan membahas soal pengisian posisi perangkat desa yang kosong di Pati. Perhatiannya saat ini bakal difokuskan pada penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Pati. 

"Kami masih berkonsentrasi untuk melaksanakan kegiatan (penanganan) bencana dan pascabencana. Semoga banjir ini bisa kita atasi nantinya dan segera surut," ujar Chandra. 

Kendati demikian, Chandra menekankan bahwa pengisian perangkat desa nantinya harus dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku. "Pengisian perangkat ini harus kita laksanakan dengan sejujur-jujurnya, terbuka, dan dapat diawasi oleh semua masyarakat Kabupaten Pati," ucapnya. 

Sebelumnya KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati Sudewo pada Senin (19/1/2026) dini hari. Setelah diperiksa hampir 24 jam di Mapolres Kudus, Sudewo kemudian diboyong ke Jakarta dan tiba di Gedung KPK pada Selasa (20/1/2026) pagi. 

Pada Selasa malam, KPK mengumumkan bahwa Sudewo telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan jual beli jabatan perangkat desa di wilayah Pati. Selain Sudewo, KPK menetapkan tiga tersangka lain, yakni: Abdul Suyono selaku Kepala Desa (Kades) Karangrowo, Kecamatan Jakenan; Sumarjiono selaku Kades Arumanis, Kecamatan Jaken; dan Karjan selaku Kades Sukorukun, Kecamatan Jaken.

Dari kasus tersebut, salah satu bukti yang diamankan KPK adalah uang senilai Rp2,6 miliar. Para tersangka dijerat Pasal 12 huruf e UU Tipikor juncto Pasal 20 huruf c KUHP.

Read Entire Article