Saat Rial Runtuh dan Teheran Membara

1 month ago 26
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Gambar ilustrasi dihasilkan oleh AI

Di gang-gang sempit Grand Bazaar Teheran, jantung ekonomi tradisional Iran yang biasanya bising dengan tawar-menawar, keheningan mencekam menyelimuti udara pada akhir Desember lalu.

Namun, keheningan itu bukanlah tanda kedamaian; itu adalah "calm before the storm". Ketika para pedagang mulai menurunkan pintu besi toko mereka secara massal pada 28 Desember 2025, dunia menyadari bahwa Republik Islam Iran sedang memasuki salah satu periode paling berbahaya dalam sejarah modernnya.

Hari ini, 9 Januari 2026, kerusuhan telah memasuki hari ke-13. Apa yang dimulai sebagai protes atas harga roti dan jatuhnya nilai mata uang, kini telah bertransformasi menjadi pemberontakan nasional yang mengancam fondasi kekuasaan teokrasi di Iran.

Pemicu: Runtuhnya Rial dan Paradoks Subsidi

Krisis ini berakar pada angka-angka yang mengerikan. Pada penutupan pasar gelap minggu lalu, mata uang Iran, Rial, terjun bebas hingga menyentuh angka 1,45 juta Rial per 1 Dolar AS. Bagi warga Teheran, ini bukan sekadar statistik; ini adalah vonis kemiskinan instan.

Pemerintah Presiden Masoud Pezeshkian, yang awalnya diharapkan membawa moderasi, terjepit dalam posisi mustahil. Defisit anggaran yang membengkak akibat sanksi internasional yang kian mencekik, ditambah beban biaya militer pasca-konflik terbuka dengan Israel pada pertengahan 2025, memaksa Teheran menghentikan subsidi mata uang untuk impor pangan. Akibatnya, harga barang kebutuhan pokok seperti daging, minyak goreng, dan gandum melonjak hingga 300% dalam hitungan hari. Inflasi tahunan kini dilaporkan melampaui 52%, menciptakan situasi di mana kelas menengah Iran secara resmi telah lenyap.

Kronologi Eskalasi: Dari "Roti" ke "Revolusi"

Sejak letupan pertama di Teheran, gelombang protes menyebar seperti api di padang rumput kering. Berdasarkan data pemantauan hingga hari ini:

* Cakupan Geografis: Aksi protes telah dilaporkan di lebih dari 285 lokasi yang mencakup seluruh 31 provinsi. Kota-kota besar seperti Mashhad, Isfahan, dan Tabriz menjadi medan tempur antara pengunjuk rasa dan polisi anti-huru-hara.

* Pergeseran Narasi: Jika pada hari-hari awal slogan yang terdengar adalah "Kami lapar!", kini teriakan di jalanan telah berubah menjadi "Mati bagi diktator!" dan dukungan terbuka bagi tokoh oposisi di pengasingan. Mahasiswa di Universitas Teheran telah bergabung dengan para buruh minyak di wilayah selatan, menciptakan aliansi lintas kelas yang jarang terjadi.

* Korban Jiwa: Lembaga hak asasi manusia internasional melaporkan sedikitnya 45 orang tewas, termasuk anak-anak dan personel keamanan. Ribuan orang lainnya telah ditahan dalam penggerebekan malam hari.

Bayang-bayang Trump dan "Maximum Pressure 2.0"

Situasi domestik Iran tidak bisa dilepaskan dari dinamika global. Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih membawa kebijakan "Maximum Pressure 2.0" yang jauh lebih agresif.

Dalam pernyataan terbarunya dari Air Force One, Trump memberikan peringatan keras: "Kami memantau setiap langkah Teheran. Jika mereka terus membantai rakyatnya sendiri, Amerika tidak akan tinggal diam dan akan memberikan pukulan yang sangat keras." Pernyataan ini dipandang oleh Teheran sebagai bentuk provokasi dan intervensi langsung, namun bagi para demonstran, ini memberikan harapan, sekaligus risiko, bahwa gerakan mereka memiliki momentum internasional.

Respon Teheran: Tangan Besi di Tengah Keretakan internal

Pemerintah Iran merespon dengan pola yang familiar namun dengan intensitas yang lebih tinggi. Sejak 8 Januari, pemutusan koneksi internet total dilakukan untuk memutus rantai koordinasi massa. Di saat yang sama, Garda Revolusi (IRGC) mulai dikerahkan ke titik-titik vital.

Namun, ada indikasi keretakan di internal pemerintahan. Sementara Jaksa Agung Mohammad Movahedi-Azad menginstruksikan tindakan tanpa kompromi terhadap "perusuh", Presiden Pezeshkian secara terbuka mengakui bahwa banyak dari tuntutan rakyat adalah "sah dan berdasar". Dualisme ini menunjukkan adanya perdebatan di koridor kekuasaan: apakah akan menindas total seperti tahun 2022, atau ...

Read Entire Article