Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance akan menentang Presiden Donald Trump untuk menggunakan kekuatan militer terhadap Greenland jika keputusan tersebut diambil, ungkap laporan surat kabar Politico, mengutip sebuah sumber.
Dalam pidatonya di Davos, Rabu, Trump menyatakan bahwa dia tidak mempertimbangkan penggunaan kekuatan terhadap pulau tersebut, seraya menekankan bahwa kepentingan AS tidak terkait dengan sumber daya alam, tetapi dengan masalah keamanan strategis – baik nasional maupun internasional.
Namun, sebagian besar anggota pemerintahan Gedung Putih memandang ancaman kekuatan sebagai alat penekan yang diperlukan untuk negosiasi, tambah laporan tersebut.
Pada Rabu, portal Axios melaporkan berdasarkan sumber bahwa rancangan kesepakatan mengenai Greenland tidak mencakup pemindahan kedaulatan pulau milik Denmark itu ke Amerika Serikat, melainkan mengatur pemasangan sistem pertahanan rudal Golden Dome serta pembaruan Perjanjian Pertahanan Greenland 1951 antara AS dan Denmark.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Trump tekankan upaya akuisisi Greenland, kecam Eropa dan NATO
Baca juga: Trump kabarnya ingin bujuk warga Greenland dengan uang Rp17 miliar
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 day ago
11






































