WEF di Davos, Prabowo: Indonesia tegas pilih damai daripada kekacauan.
REPUBLIKA.CO.ID, DAVOS, – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia memilih jalan menuju perdamaian dan stabilitas global dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis sore waktu setempat. Pernyataan ini disampaikan di hadapan pemimpin negara, ekonom, investor global, dan pengusaha yang berkumpul di Congress Hall.
"Jika anda ingin mengambil satu hal dari pidato saya hari ini, inilah pesannya: Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan," ujar Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa Indonesia ingin menjadi sahabat bagi semua negara dan tidak menjadi musuh bagi siapa pun.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa sikap ini menjadi dasar dari arah dan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang menjunjung tinggi persahabatan, tanggung jawab, dan keberlanjutan. "Kami ingin menjadi tetangga yang baik, warga dunia yang bertanggung jawab, melindungi lingkungan, dan menjaga alam," tambahnya.
Komitmen tersebut dibangun di atas fondasi pemerintahan yang kokoh, termasuk kebijakan publik yang sehat dan kredibel. "Harapan harus berdasarkan kredibilitas, tata kelola kebijakan publik yang sehat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkeadilan," kata Presiden.
Ajakan untuk Kerja Sama Global
Di penghujung pidatonya, Presiden Prabowo mengajak para pemimpin dunia dan pemangku kepentingan global untuk membangun masa depan yang damai dan inklusif. "Mari kita membangun dunia yang ingin kita tinggali bersama," ajaknya.
Pidato Prabowo juga menyoroti visinya tentang capaian pemerintah dan strategi ekonomi yang disebut "Prabowonomics". Di antara yang hadir menyimak pidato tersebut adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan lain-lain.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

23 hours ago
13






































