Tokyo (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi pada Senin (19/1) mengumumkan rencananya untuk membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 23 Januari untuk menggelar pemilihan umum (pemilu) lebih awal (snap election) yang dijadwalkan pada 8 Februari.
Dalam sebuah konferensi pers, Takaichi mengatakan dia akan membubarkan majelis rendah (lower house) yang beranggotakan 465 orang pada Jumat (23/1), hari pembukaan sidang parlemen biasa tahun ini.
Pemungutan suara akan dilakukan pada 8 Februari, dengan kampanye resmi dimulai pada 27 Januari, tambahnya.
Pemilu ini, yang pertama sejak Takaichi menjabat pada 21 Oktober, akan digelar dengan sisa masa jabatan lebih dari dua tahun di majelis rendah saat ini.
Pekan lalu, Takaichi memberi tahu para anggota senior dari partainya yang berkuasa, Partai Demokrat Liberal (Liberal Democratic Party/LDP), dan mitra koalisi Partai Inovasi Jepang (Japan Innovation Party) mengenai niatnya untuk membubarkan majelis rendah yang sangat penting itu.
Untuk menghadapi blok penguasa, Partai Demokrat Konstitusional Jepang (Constitutional Democratic Party of Japan) dan Partai Komeito (Komeito party), mantan sekutu lama LDP, pada Kamis (15/1) sepakat membentuk Aliansi Reformasi Sentris (Centrist Reform Alliance), yang akan menjadi kekuatan oposisi terbesar, untuk kontestasi mendatang.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

3 days ago
6






































