Jakarta (ANTARA) - Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Muhammad Syaroni Rofii menilai bahwa Indonesia dapat berperan sebagai jembatan untuk aspirasi pihak Palestina di Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP).
"Bagian yang substantial Indonesia perlu menjadi penyambung aspirasi pihak Palestina di Dewan Perdamaian Gaza," kata Syaroni saat dihubungi ANTARA di Jakarta pada Jumat.
Syaroni menjelaskan bahwa pada sisi teknis ada dua hal yang potensial yang dapat ditawarkan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza.
Pertama, sebagai penopang untuk keperluan pasukan perdamaian, mengingat misi utama Board of Peace demiliterisasi dan rekonstruksi dan kedua, menyediakan kebutuhan infrastruktur berupa tenaga kerja dan peralatan dengan melibatkan BUMN yang ada.
Ia menilai bahwa keterlibatan Indonesia dalam dewan tersebut membawa sejumlah manfaat. Jika dicermati, katanya, tawaran yang disampaikan Donald Trump melalui BoP tampak sebagai exit strategy atas konflik Israel–Palestina.
Dengan demikian, negara-negara yang tergabung dalam Dewan tersebut akan memiliki privilege atau hak istimewa untuk menjadi bagian dari sejarah perdamaian Timur Tengah.
"Tentunya, hal ini berdampak positif bagi citra diplomasi internasional Indonesia," ucapnya.
BoP merupakan badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik.
Presiden RI Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin dunia yang menandatangani Board of Peace Charter dalam rangkaian World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Seusai penandatanganan, Presiden Prabowo menilai kehadiran BoP sebagai momentum penting bagi upaya perdamaian global.
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

6 hours ago
1






































