Jakarta (ANTARA) - Pengamat Hubungan Internasional Andrea Abdul Rahman Azzqy menilai konsistensi kebijakan menjadi tantangan utama diplomasi ekonomi Indonesia pasca partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Menurut Andrea, komitmen yang disampaikan Presiden Prabowo di forum internasional harus dapat diterjemahkan secara konsisten ke dalam kebijakan domestik agar memiliki kredibilitas di mata global.
“Tantangan utamanya Indonesia adalah nomor satu, janjinya bisa direalisasikan apalagi disampaikan di forum internasional yang nantinya diterjemahkan dalam kebijakan domestik yang seharusnya jadi konsisten, jadi tidak boleh inkonsisten,” kata Andrea saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Ia menuturkan, kehadiran Presiden Prabowo di WEF untuk pertama kalinya memiliki nilai strategis bagi posisi Indonesia dalam peta ekonomi global.
Menurutnya, kehadiran tersebut tidak sekadar bersifat simbolik, melainkan menjadi sarana untuk menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai negara yang memiliki kredibilitas dalam investasi dan pembangunan berkelanjutan.
Namun demikian, Andrea mengingatkan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia tidak boleh berhenti pada simbol kehadiran di forum global seperti WEF. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki modal penting berupa stabilitas politik dan komitmen terhadap perdamaian yang harus diolah menjadi peluang nyata.
“Diplomasi ekonomi kita itu bukan sekadar hadir di forum, tapi bagaimana kehadiran itu diterjemahkan menjadi peluang nyata,” ujarnya.
Akademisi Universitas Budi Luhur itu juga menilai WEF merupakan forum strategis untuk menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menarik investasi asing serta menyampaikan pandangan terhadap dinamika ekonomi global. Meski demikian, peluang tersebut dinilai tidak akan optimal tanpa kepastian regulasi di dalam negeri.
“Aturannya musti ringkas, musti jelas, musti tepat dalam negeri sehingga investornya bisa membaca bahwa aturan-aturan yang ada di Indonesia itu cukup kredibel, cukup praktis untuk bisa diterapkan,” tambah Andrea.
Presiden Prabowo, untuk pertama kalinya sejak menjabat, berpidato di panggung Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1) sore waktu setempat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan visi, capaian-capaian pemerintah, serta strategi ekonomi yang kemudian disebut sebagai "Prabowonomics".
Baca juga: Di WEF, Kadin tekankan sinergi untuk tarik investasi digital ke RI
Baca juga: Prabowo di WEF, CORE: Strategis sebagai etalase global Indonesia
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

13 hours ago
1






































