Beijing (ANTARA) - Produk Domestik Bruto (PDB) ibu kota China, Beijing, melampaui 5,207 triliun yuan (1 yuan = Rp2.439) pada 2025, naik 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan untuk pertama kalinya melampaui angka 5 triliun yuan, demikian menurut biro statistik kota Beijing.
Pertumbuhan Beijing ditopang oleh peningkatan industri yang berkelanjutan, dengan sektor tersier, yang didominasi oleh industri berteknologi tinggi dan jasa, memberikan kontribusi yang signifikan. Nilai tambah ekonomi digital menyumbang lebih dari 40 persen dari PDB kota itu.
Inovasi tetap menjadi keunggulan utama Beijing. Rata-rata lebih dari 300 perusahaan teknologi didirikan setiap hari di kota itu, dengan jumlah model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) besar yang didaftarkan dan diluncurkan secara daring (online) di ibu kota tersebut memimpin secara nasional.
Metrik seperti konsumsi energi dan emisi karbon per unit PDB tetap yang terendah secara nasional, membuktikan bahwa ekspansi ekonomi dapat berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan. Tingkat polusi PM2,5 kota tersebut telah turun hingga dua pertiga sejak 2013, membuat Beijing memperoleh pengakuan internasional atas transisi hijaunya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
4






































