Orang Terdekat sebagai Tempat Pelampiasan Emosi

20 hours ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Sebuah paradox dalam hubungan, kenapa semakin dekat semakin rentan. Source: Pexels.

Sebagai makhluk sosial, manusia tak pernah lepas dari hubungan dan interaksi antar sesamanya. Mulai dari teman kerja, kolega, sahabat karib, pasangan, orang tua dan sebagainya. Dalam konteks relasi sosial, pasangan dan teman terdekat sering kali menjadi figur dengan tingkat kedekatan emosional tertinggi. mereka umumnya adalah sosok yang paling dekat dan dianggap paling aman secara signifikan dalam hubungan interpersonal.

Namun terdapat paradoks, ada kalanya seorang individu secara sadar maupun tidak sadar menjadikan keberadaan mereka sebagai tempat pelepasan residu emosi: amarah, kecemasan, frustrasi yang berasal dari konteks lain, dan kadang kala berujung pada pola hubungan yang buruk, meskipun menurut individu itu sendiri perilaku tersebut datang dan dilakukan dengan tidak bermaksud seperti itu.

Di lain kasus hubungan yang tenang dan baik-baik saja bisa menjadi sebuah keterikatan yang asing bahkan mengancam. Ketiadaan konflik dan tegangan dalam internal hubungan itu sendiri menciptakan paradoks keamanan dalam hubungan, semakin aman suatu hubungan, seringkali dimaknai sebagai semakin kosong dan berjaraknya rasa emosional serta intensitas afektif. Fenomena ini bukan semata-mata di sebabkan oleh kurangnya empati maupun lemahnya moral, tapi memiliki akar permasalahan psikologis sendiri. Lantas apa dan mengapa perilaku dan kebiasaan seperti itu bisa terjadi secara psikologis?

Attachment Sebagai Modal Dasar Suatu Hubungan

Pola keterikatan dengan orang tua berkaitan dengan pola keterikatan yang akan muncul di masa dewasa, Source: Pexels.

Secara biologis, attachment adalah insting evolusioner untuk mencari keamanan dari figur terdekat atau orang tua ketika anak menemukan ancaman atau ketidaknyamanan(Holmes,1993). Seorang anak mengharapkan figur tersebut menjadi sosok yang akan mengurangi ketidaknyamanan dan ancaman yang sedang ia hadapi, dan ini penting ketika anak masih pada fase perkembangan(Holmes, 1993).

Maka secara biologis dan evolusioner, pada dasarnya terdapat suatu pola bahwa manusia dalam beberapa kasus cenderung untuk melampiaskan atau melepaskan beban serta tanggung jawab masalahnya terhadap figur yang ia anggap dekat.

Sebab, manusia cenderung membutuhkan rasa aman dan mengharapkan kedekatan, serta keterikatan dengan seseorang yang ia anggap bisa untuk secara tidak langsung bertanggung jawab akan segala masalah yang ia hadapi dan hal-hal seperti itu yang ia bawa sejak ia kecil.

Pola keterikatan ini tidak berhenti pada masa kanak-kanak, tetapi terus memengaruhi cara individu memaknai dan merespons pengalaman emosional di masa dewasa.

Skema dan Pengalaman Subjektif

Manusia dewasa tersusun dari berbagai pengalaman subjektif yang terbentuk dari lingkungan dan bagaimana ia menafsirkan lingkungannya melalui faktor personal yakni suatu proses kognitif sehingga akhirnya proses itu membentuk suatu individu dari suatu proses timbal balik dengan lingkungannya (Bandura,1986). Dari proses yang berulang itu akan terbentuk suatu skema yang menetap pada individu sehingga akhirnya mempengaruhi bagaimana individu itu akan merespons ulang, memaknai, dan memprediksi berbagai hal yang akan datang dalam hidupnya melalui skema yang telah ada sebelumnya (Bartlett, 1932; Piaget, 1952). Dengan demikian, pengalaman yang berulang tidak hanya disimpan sebagai ingatan, tetapi membentuk kerangka rujukan internal yang menentukan apa yang terasa familiar, aman, dan dapat diprediksi bagi individu. Kerangka inilah yang kemudian menjadi dasar dalam merespons pengalaman baru, termasuk dalam relasi emosional di masa dewasa.

Seorang ibu yang sedang memeluk anaknya, Source: Pexels.

Dalam konteks relasi interpersonal yang intim, skema ini berperan sebagai dasar bagaimana individu menilai keamanan emosional pasangan atau teman dekat, serta menentukan kepada siapa emosi negatif lebih mungkin dialihkan. Individu dengan pengalaman dan familiaritas attachment yang tidak konsisten dan kecenderungan avoidant dapat memaknai hubungan yang stabil sebagai membosankan atau mengancam, ini akan memicu suatu tegangan karena tidak sesuai dengan model internal yang telah terbentuk sebelumnya.

Maka dari skema yang bekerja itu, ketegangan paling mungkin terjadi sehingga tercipta pola hubungan yang tidak sehat, seperti kesalahan dalam memaknai perhatian yang diberikan oleh orang lain, mencari-cari kesalahan orang lain, atau menjadi alasan mengapa dalam konteks hubungan interpersonal yang intim dengan intensitas dan kedekatan tertinggi justru malah mungkin menjadi tempat bagi residu emosi serta menjadi kunci akar permasalahan interpersonal dari individu itu sendiri.

Read Entire Article