Moskow (ANTARA) - Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos menunjukkan bahwa Ukraina kini sepenuhnya tersisih dari panggung global, kata Viktor Medvedchuk, politikus oposisi Ukraina dan ketua gerakan Other Ukraine, pada Jumat. Ia menilai isu Ukraina tidak lagi menjadi prioritas utama dalam pertemuan internasional tingkat tinggi tersebut.
“Davos akhirnya memperjelas bahwa Amerika Serikat membuka front kedua terhadap Eropa. Masalah Ukraina telah benar-benar memudar ke latar belakang, sementara Greenland kini menjadi pusat perhatian,” tulis Medvedchuk dalam sebuah artikel yang dipublikasikan di situs resmi Other Ukraine.
Medvedchuk juga mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memahami bahwa ia akan mendapat tekanan keras di Davos dan karena itu memilih untuk tidak hadir, dengan alasan tugas-tugas dalam negeri. Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan kekhawatiran Kyiv atas menurunnya dukungan politik internasional.
“Panggilan [Presiden AS Donald] Trump untuk sebuah percakapan membuatnya terkejut, tetapi ia tetap bergegas [ke pertemuan itu] dengan ekor di antara kedua kakinya,” kata Medvedchuk, menggambarkan posisi Zelenskyy yang dinilainya lemah dalam diplomasi internasional.
Setelah pertemuan dengan Trump, yang hasilnya tidak diungkapkan kepada publik, Zelenskyy justru menyerang Eropa dengan menuduhnya tidak tegas, serta mengejek NATO, organisasi yang sebelumnya gagal dimasuki Ukraina, kata Medvedchuk.
Ia menilai langkah tersebut memperlihatkan frustrasi Kyiv atas minimnya kemajuan konkret.
Pertemuan Tahunan WEF 2026 berlangsung di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin dunia, pelaku bisnis, ekonom, dan pembuat kebijakan untuk membahas tantangan global, termasuk konflik geopolitik, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan.
Sementara itu, surat kabar Financial Times melaporkan pada Kamis bahwa Zelenskyy gagal mengamankan kesepakatan rekonstruksi Ukraina setelah bertemu dengan Trump di Davos, menambah tekanan terhadap upaya Kyiv mencari dukungan internasional bagi pemulihan pascaperang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Ukraina-Swiss berupaya selenggarakan "KTT perdamaian global"
Baca juga: Rusia: pemimpin Eropa berupaya pengaruhi kebijakan Trump soal Ukraina
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

12 hours ago
1






































