Beirut (ANTARA) - Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi pada Rabu mengatakan negaranya menyambut baik peluncuran fase kedua rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump untuk Jalur Gaza.
"Saya menyambut baik pengumuman AS tentang dimulainya fase kedua perjanjian gencatan senjata. Ini adalah langkah kunci menuju implementasi rencana perdamaian dan de-eskalasi di kawasan tersebut. Dengan demikian, peluang stabilitas menjadi lebih besar," kata Sisi di Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Utusan khusus presiden AS Steve Witkoff mengumumkan dimulainya fase kedua dari rencana Trump, yang terdiri dari 20 poin, untuk mengakhiri perang di Gaza pada 14 Januari, beralih dari gencatan senjata ke demiliterisasi, pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi.
Mengingat peran historisnya dalam mendukung perjuangan Palestina, Mesir akan melakukan segala daya upaya untuk berdialog dengan semua pihak terkait guna mengakhiri konflik sesuai dengan solusi dua negara, kata Sisi.
Pendekatan tersebut menjamin pembentukan negara Palestina merdeka dalam batas-batas yang ditetapkan pada 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Pada pertengahan November, Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang diajukan AS untuk mendukung rencana komprehensif Trump dalam menyelesaikan konflik di Gaza.
Tiga belas dari 15 anggota dewan memberikan suara mendukung, sementara Rusia dan China abstain.
Rencana AS untuk Gaza mengusulkan administrasi internasional sementara untuk wilayah tersebut dan pembentukan dewan perdamaian yang dipimpin oleh Trump, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Swedia menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza
Baca juga: Negara-negara EU tolak undangan AS bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza
Penerjemah: Katriana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
3






































