Bahlil perintahkan BPH Migas tambah kuota BBM subsidi untuk Papua.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memerintahkan BPH Migas untuk menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Papua. Instruksi ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis. Bahlil menekankan agar dalam satu minggu ke depan, kuota BBM subsidi seperti Pertalite dan solar harus ditambah dan tidak ada kekurangan cadangan di Papua.
BBM subsidi (PSO) merupakan mandat pemerintah kepada Pertamina untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM dengan harga yang ditetapkan demi kepentingan publik. Harga yang ditetapkan untuk Pertalite adalah Rp10 ribu per liter dan biosolar Rp6.800 per liter.
Tak hanya Papua, Bahlil juga meminta agar BPH Migas menambah kuota BBM bersubsidi untuk Aceh. "Papua dan Aceh adalah wilayah yang sangat mencintai NKRI. Sebagai aparat negara, kita harus memberikan yang terbaik," ujar Bahlil.
Pernyataan ini merespons keluhan anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew, tentang antrean panjang pembelian BBM di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Cheroline menyampaikan bahwa BPH Migas pada November 2025 sempat menambah kuota BBM bersubsidi dari 10 kiloliter (KL) menjadi 15 KL, namun peningkatan ini hanya berlangsung selama dua minggu.
"Antrean panjang yang terjadi bertahun-tahun hanya putus dua minggu. Kemudian, antrean panjang lanjut lagi sampai hari ini," kata Cheroline. Ia meminta agar kuota BBM bersubsidi dapat ditambah menjadi 15 KL secara permanen dan jumlah SPBU yang menyediakan BBM PSO di Manokwari ditambah dari dua menjadi tiga SPBU.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

23 hours ago
12






































