Wanita mengalami GERD (ilustrasi). Keluhan maag dan GERD pada awal puasa kerap meningkat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maag menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan selama awal puasa pada bulan Ramadhan. Menurut data internal Halodoc 2026, pada hari pertama puasa rata-rata keluhan maag dan gastroesophageal reflux disease (GERD) meningkat hingga 21 persen dibanding rata-rata pekanan sebelum puasa.
Lonjakan keluhan ini biasanya mencapai puncaknya pada hari ketiga puasa. Tidak hanya itu, pembelian mandiri obat lambung di pekan pertama Ramadhan tahun 2025 juga melonjak hingga 65 persen. Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, mengatakan tren serupa diperkirakan akan terjadi di tahun ini.
"Dari analisa kami, memang keluhan maag dan GERD di awal puasa itu selalu meningkat. Puncaknya hari ketiga ya karena mungkin tubuh sedang adaptasi juga, dan sepertinya tren tahun ini juga tidak akan jauh dari data ini," kata Fibriyani dalam diskusi media di Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
Untuk mencegah keluhan maag dan GERD selama Ramadhan, Board of Medical Exellence Halodoc dr Irwan Heriyanto, memberikan beberapa tips yang bisa diterapkan. Pertama, saat hari pertama puasa masyarakat dianjurkan untuk sahur dengan menu kaya protein dan serat serta menghindari konsumsi mi instan. Lalu saat berbuka, pastikan makan secara perlahan dalam porsi dan bertahap.
"Pas hari pertama puasa karena masih adaptasi, banyak yang suka enggak sahur. Nah bagi penderita maag, sahur itu wajib, makannya juga jangan mie ya. Terus pas buka puasa, jangan lapar mata, segala dimakan, pelan-pelan aja bertahap," kata dr Irwan.

2 days ago
4






































