Gaza (ANTARA) - Seorang bayi perempuan berusia tujuh bulan di Kota Gaza, Palestina meninggal pada Selasa pagi akibat cuaca dingin ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Berbagai sumber medis melaporkan bahwa bayi pemilik nama Shatha Abu Jarad meninggal di Kota Gaza akibat cuaca dingin yang parah.
Kematian Abu Jarad menambah jumlah anak yang meninggal di Jalur Gaza akibat cuaca dingin ekstrem sejak awal musim dingin menjadi sembilan orang, di tengah krisis bantuan kemanusiaan dan minimnya pasokan pemanas.
Sumber yang sama menunjukkan bahwa insiden tersebut mencerminkan parahnya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, terutama bagi anak-anak dan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda rawan yang tidak mampu menahan cuaca dingin.
Penduduk di Jalur Gaza kekurangan tempat tinggal dan perawatan medis.
Mereka juga kekurangan pasokan pemanas akibat kelangkaan bahan bakar di tengah kondisi cuaca yang buruk, badai, dingin dan disertai hujan.
Sebelumnya pada Sabtu (17/1) seorang bayi berusia 27 hari juga meninggal akibat cuaca dingin ekstrem yang melanda Kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan.
Menurut berbagai sumber medis, bayi bernama Aisha Ayesh al-Agha itu meninggal di Kota Khan Younis akibat cuaca dingin yang parah.
Sumber: WAFA
Baca juga: China sebut dapat undangan Trump soal Dewan Perdamaian Gaza
Baca juga: Hamas "sepenuhnya siap" untuk prosedur penyerahan kekuasaan
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

3 days ago
19






































