Moskow (ANTARA) - Rusia akan terus menggunakan semua cara yang tersedia untuk mencairkan aset-asetnya yang dibekukan, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Kamis.
“Kami akan melanjutkan berjuang dalam kondisi apa pun dan akan membela hak-hak kami. Kami akan terus menggunakan semua cara yang memungkinkan untuk memastikan aset-aset ini dapat dicairkan,” kata Peskov kepada wartawan.
Sebelumnya pada Rabu (21/5), Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia siap mengalokasikan dana sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,9 triliun) dari aset yang sebelumnya dibekukan untuk Dewan Perdamaian.
Peskov menyampaikan bahwa pengalokasian 1 miliar dolar AS dari aset yang dibekukan untuk Dewan Perdamaian akan membutuhkan sejumlah tindakan dari Amerika Serikat. Ia juga menambahkan bahwa rincian hukumnya masih perlu diklarifikasi.
Kesiapan Rusia untuk mengalokasikan dana tersebut bagi tujuan kemanusiaan dalam kerangka Dewan Perdamaian tidak berarti Moskow telah kehilangan harapan untuk memulihkan aset-asetnya yang dibekukan, tambah Peskov.
Jubir Kremlin juga mengatakan bahwa Putin akan membahas isu tersebut dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan mereka pada Kamis ini.
Sebagaimana diwartakan, Dewan Uni Eropa pada 12 Desember lalu memutuskan untuk menerapkan larangan sementara terhadap setiap pemindahan aset milik bank sentral Rusia yang dibekukan di dalam blok tersebut kembali ke Rusia, dengan alasan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.
"Keputusan ini diambil sebagai tindakan mendesak untuk membatasi kerugian pada ekonomi Uni Eropa," kata Dewan Uni Eropa dalam sebuah pernyataan.
Kebijakan itu melarang setiap pemindahan aset atau cadangan bank sentral Rusia secara langsung maupun tidak langsung, serta transaksi yang melibatkan "setiap badan hukum, entitas, atau lembaga yang bertindak atas nama atau atas arahan bank sentral Rusia," ungkap pernyataan tersebut.
Langkah tersebut akan membekukan aset yang diperkirakan bernilai sekitar 210 miliar euro (1 euro = Rp19.490). Sebagian besar aset tersebut, yang bernilai sekitar 190 miliar euro, disimpan di Euroclear, sebuah perusahaan jasa keuangan yang berbasis di Belgia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Uni Eropa berupaya sita aset Rusia, Putin: Itu perampokan
Baca juga: Uni Eropa kemungkinan dapat bekukan aset Rusia permanen
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 day ago
1






































