Kemenhut Bolehkan Kayu Banjir yang Besar Dimanfaatkan, Kayu Kecil Ditumpuk untuk Tanggul

3 weeks ago 14
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH - Kementerian Kehutanan (Kemenhut RI) menyatakan bahwa kayu-kayu yang dibawa banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan peruntukannya. Sedangkan kayu yang tidak memiliki nilai ekonomis seperti ranting kecil dan serpihan didorong ke pinggir dan ditumpuk menjadi benteng tanggul pengaman kompleks pesantren.

"Kayu-kayu yang besar itu boleh dimanfaatkan, yang nantinya kita serahkan kepada daerah," kata Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan antar Lembaga Kemenhut, Fahrizal Fitri, di Aceh Tamiang, Rabu (31/12/2025).

Sebagai informasi, saat ini Kemenhut sedang melakukan operasi pembersihan kayu hanyut akibat bencana banjir di Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Terpadu Darul Mukhlisin di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, dan bakal segera bersih. Pembersihan melibatkan tim gabungan dari UPT Kemenhut Aceh-Sumatera Utara dan TNI/Polri, Kementerian PU, dan BNPB tengah melakukan pemilahan kayu yang berukuran besar untuk bisa dimanfaatkan sesuai peruntukan. Kemenhut mengerahkan 37 alat berat.

Fahrizal menjelaskan, proses evakuasi, kayu log dipotong sepanjang 3-4 meter, kemudian diangkut truk keluar dari pesantren ke TPA (tempat penumpukan) sejauh sekitar 700 meter di tepi sungai Tanjung Karang. Lalu, kayu ditumpuk untuk kemudian dilak pengukuran dan penomoran oleh petugas Balai Pengelolaan Hutan Lestari. Setelah proses itu selesai, jumlah kayu yang sudah diidentifikasi Kemenhut bakal diserahkan ke pemerintah daerah.

"Tentunya penyerahan itu dengan peruntukannya. Nanti kita minta daerah dimanfaatkan untuk bahan pembangunan hunian sementara, hunian tetap, perbaikan rumah penduduk, fasilitas sosial masjid dan sekolah-sekolah, itu kita utamakan. Tapi tidak untuk diperdagangkan," ujarnya.

Adapun tumpukan material kayu dari dalam pesantren Darul Mukhlisin yang bisa dimanfaatkan diperkirakan mencapai 500 kubik. Dirinya mengungkapkan, pemanfaatan kayu temuan bencana tersebut juga sudah dibahas oleh Bupati Armia Fahmi dan unsur Forkopimda pada saat kunjungan Wamenhut Rohmat Marzuki ke Aceh Tamiang pada pekan lalu (21/12/2025).

Pada prinsipnya, atas dasar kemanusiaan, Kemenhut mengizinkan permintaan Pemkab Aceh Tamiang setelah dilakukan proses identifikasi untuk dibuat berita acara serah terima kepada daerah. "Silakan untuk manfaatkan. Artinya 100 persen kayu itu kembali ke daerah, tidak ada transaksi jual beli," katanya.

Terkait regulasi pemanfaatan kayu-kayu yang terbawa arus banjir di lapangan, lanjut Fahrizal, sudah ada surat edaran (SE) dari Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kemenhut RI Nomor:S.467/PHL/IPHH/PHL.04.01/B/12/20258 Desember 2025, Perihal Pemanfaatan Kayu Hanyut untuk Pemulihan Pasca Bencana Banjir Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Bahwa, pada poin 1 SE tersebut, disampaikan pemanfaatan kayu hanyutan untuk penanganan darurat bencana, rehabilitasi dan pemulihan pasca bencana, serta bantuan material bagi masyarakat terdampak untuk membangun fasilitas dan sarana prasarana, dapat dilaksanakan atas dasar asas keselamatan rakyat dan kemanusiaan.

Lalu, lanjut Fahrizal, sejauh ini, kayu yang sudah dipotong sebanyak 650 batang dengan volume kurang lebih 475 meter kubik masih dalam bentuk gelondongan. "Sampai hari ini 10 hari pembersihan kayu di area pesantren sudah mencapai 90 persen. Ini sudah hampir habis, untuk kayu besarnya sudah habis. Sebetulnya kita ingin besok untuk penyerahan tapi karena bupatinya sedang di Banda Aceh ditunda tunggu ada ditempat," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail mengapresiasi regulasi SE Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Kemenhut RI yang membolehkan pemanfaatan kayu hutan yang hanyut untuk masyarakat terdampak bencana. Jika tidak melanggar aturan hukum, Pemda berencana membuka pabrik kayu di lokasi tumpukan tersebut sehingga bisa diolah menjadi barang tertentu.

Namun, sejauh ini Pemkab Aceh Tamiang masih menahan diri sembari menunggu aturan yang jelas dari pemerintah pusat terkait pemanfaatan kayu bulat yang terbawa banjir tersebut. "Terkait kayu banjir sejauh ini belum ada ketetapan aturan kayu tersebut mau diapain. Kami tidak berani memanfaatkan kayu itu, karena regulasi belum turun," ujar Ismail.

sumber : Antara

Read Entire Article