Jaksa Agung Minta Tambah Anggaran Rp 7,49 T: Cegah Terhentinya Penegakan Hukum

3 days ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Jaksa Agung, ST Burhanuddin mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengusulkan penambahan anggaran tahun 2026 untuk Kejaksaan Agung sebesar Rp 7,49 triliun. Permintaan ini ia lontarkan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (20/1).

Menurut ST Burhanuddin, tambahan anggaran itu dibutuhkan demi mencegah kekurangan dana penegakan hukum. Menurutnya, anggaran yang ada berpotensi habis pada semester pertama tahun 2026.

"Oleh karena itu untuk mencegah terhentinya fungsi kelembagaan dan penegakan hukum, Kejaksaan mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 7,49 triliun," ucap ST Burhanuddin.

ST Burhanuddin menjelaskan, bila anggaran itu disetujui, maka sejumlah Rp 1,85 triliun akan digunakan untuk program penegakan hukum. Sementara Rp 5,65 triliun digunakan untuk program manajemen.

"Usulan ini telah disampaikan secara resmi kepada Menteri PPN/Bappenas dan Menteri Keuangan," ucapnya.

ST Burhanuddin menilai pagu anggaran 2026 sebesar Rp 20 triliun belum cukup untuk pelaksanaan tugas dan fungsi Kejagung. Menurutnya, pagu anggaran itu mengalami penurunan signifikan pada rupiah murni untuk program penegakan hukum, pelayanan hukum dan garis besar rencana strategis Kejagung tahun 2026.

Ia menyebut salah satu dampak yang berpotensi adalah berkurangnya penanganan perkara pusat sebanyak 55 persen. Sementara, penanganan perkara di daerah bisa turun sebesar 75 persen.

Lalu, di bidang tindak pidana umum, anggaran turun sebesar 75 persen. Di bidang pidana khusus, perdata, tata usaha negara, dan pidana militer masing-masing hanya membiayai satu perkara dengan anggaran berkurang 75 persen per biaya.

"Pagu anggaran untuk program dukungan manajemen tahun 2026 dinilai tidak mencukupi dan berpotensi melumpuhkan operasional serta penegakan hukum," ucap ST Burhanuddin.

ST Burhanuddin kemudian merinci, kekurangan anggaran utamanya terjadi pada tiga area.

Pertama, di belanja pegawai, menurutnya anggaran yang ada tidak bisa mengakomodasi gaji dan tunjangan untuk 11.000 CPNS PPPK baru serta berisiko untuk menyebabkan tunggakan di akhir tahun.

Kedua, belanja barang operasional yang terpotong 24 persen menghilangkan anggaran untuk pemeliharaan gedung, inventaris, internet, seragam, alat intelijen, serta belanja barang non operasional.

Terakhir, pengurangan anggaran berdampak pada unit-unit vital di bidang pengawasan, badan diklat, berbagai biro di pusat, rumah sakit kejaksaan, dan perwakilan di luar negeri yang tidak memiliki anggaran untuk beroperasi.

ST Burhanuddin menyebut hal ini akan menghentikan kegiatan pengawasan, pendidikan, rencana kerja internasional, dan layanan kesehatan.

"Kekurangan ini juga langsung membahayakan penegakan hukum karena anggaran sidang untuk perkara-perkara pidana khusus hanya cukup untuk satu perkara, dan anggaran untuk perkara pidana umum diperkirakan habis di semester pertama," jelas Burhanuddin.

Read Entire Article