Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mulai masuk 'barak'. Mereka akan menjalani pelatihan semi-militer selama sebulan, dari 10 Januari hingga 9 Februari 2026 agar siap menjadi petugas haji.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjen TNI (purn) Dendi Suryadi, mengungkap empat target yang diharapkan dari petugas haji yang digembleng dengan metode semi-militer ini.
"Ini bagian dari ikhtiar kita untuk menghadirkan petugas haji yang lebih profesional dan berintegritas melalui empat sasaran," kata Dendi usai gladi bersih pembukaan pelatihan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1) malam.
Pertama, kata dia, diharapkan petugas punya fisik yang kuat. Sebab, lanjutnya, ibadah haji merupakan ibadah yang 90 persennya adalah ibadah fisik.
Kedua, mental petugas terasah. Petugas diharapkan siap menjadi pelayan bagi jemaah di tanah suci.
Ketiga, diharapkan pengetahuan dan keterampilan petugas menjadi mumpuni. Disesuaikan dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
Keempat, adanya persatuan di antara para petugas sehingga bisa bekerja dengan kompak.
"Seperti yang tadi saya bilang, seperti persatuan Indonesia, kita kuat kalau kita bersatu, kita rapuh kalau kita bercerai berai," ucapnya.
"Nah itu yang mau kita sasarkan. Dan kemarin Pak Wamen, Pak Menteri, menyampaikan, ada nilai-nilai bagus dari organisasi TNI dan Polri yang mau diturunkan. Apa itu? Itu tadi, disiplinnya, keberaniannya, semangat, rela berkorbannya, kemudian kekompakannya, " lanjutnya.
Pelatihan bagi petugas ini langsung melibatkan anggota TNI dan Polri yang akan aktif menjadi mentor dan pengawas. Adapun jumlah petugas haji yang ikut pelatihan hampir mencapai 1.500 orang.

12 hours ago
7





































