Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa pemerintah Iran terus menjamin keselamatan kepada semua warga negara asing, termasuk WNI, selama unjuk rasa besar yang melanda negara tersebut.
“Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi erat dengan KBRI Teheran dan menyatakan kesiapan untuk terus memantau keamanan mereka,” kata Dubes Boroujerdi dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Boroujerdi menegaskan bahwa selama protes besar melanda Iran, pemerintah terus berupaya mengutamakan keselamatan masyarakat sipil dan memantau keamanan para WNA di negaranya.
Pemerintah Iran juga telah menyampaikan kepada KBRI Teheran terkait kesiapan pihaknya untuk membantu para WNI di mana pun mereka berada di Iran demi keselamatan mereka, kata Dubes Iran.
Dalam pernyataannya pada 12 Januari, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa para WNI di berbagai wilayah Iran, utamanya di Qom dan Isfahan, tidak melaporkan adanya gangguan keamanan yang signifikan terhadap mereka selama unjuk rasa.
Sebagian besar WNI di negara itu adalah pelajar dan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan, terutama di Kota Qom.
KBRI Teheran menilai bahwa evakuasi WNI belum diperlukan, tetapi persiapan untuk mengantisipasi eskalasi sesuai rencana kontingensi terus dilakukan.
Semua WNI di Iran turut diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, memantau situasi melalui sumber informasi resmi, menghindari lokasi demonstrasi dan kerumunan massa, serta menjaga komunikasi dengan KBRI.
Aksi protes besar yang meletus di puluhan kota di Iran sejak akhir Desember lalu, dan mereda pertengahan bulan ini, menyebabkan 3.117 orang tewas, menurut angka resmi yang dirilis pemerintah Iran.
Dari jumlah tersebut, 2.427 korban tewas di antaranya adalah warga sipil dan aparat keamanan.
Unjuk rasa tersebut pada awalnya dipicu kesulitan ekonomi dan depresiasi tajam mata uang rial Iran. Namun, menurut keterangan otoritas Iran, aksi protes tersebut berubah menjadi kerusuhan akibat “dibajak” oleh oknum-oknum yang terafiliasi dengan pihak intelijen Israel dan Amerika Serikat.
Baca juga: Iran hargai keputusan Indonesia bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 day ago
5






































