Indonesia dan Tantangan Kepemimpinan ASEAN

3 days ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi ASEAN. Foto: PAPALAH/Shutterstock

Ketegangan yang kembali mencuat antara Thailand dan Kamboja sepanjang tahun 2025, ditambah krisis Myanmar yang terus berlanjut tanpa ada kemajuan berarti menunjukkan bahwa kawasan Asia Tenggara masih menyisakan sejumlah tantangan bagi negara-negara didalamnya termasuk Indonesia.

Dalam kondisi tersebut, peran diplomatik Indonesia justru tidak muncul secara menonjol. Hal ini cukup menggelitik, mengingat Indonesia selama ini dianggap sebagai natural leader of ASEAN.

Sejak awal kemerdekaan Indonesia, ASEAN selalu menempati posisi sentral dalam politik luar negeri Indonesia hingga memunculkan istilah ASEAN adalah soko guru kebijakan luar negeri Indonesia. Dalam berbagai pernyataan resmi pemerintah—termasuk Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri—komitmen terhadap ASEAN terus ditegaskan sebagai arah strategis kebijakan luar negeri Indonesia.

Menteri Luar Negeri Sugiono menghadiri Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri ASEAN mengenai Situasi antara Kamboja dan Thailand di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (22/12/2025). Foto: Kemlu RI

Namun sepanjang 2025, terdapat jarak yang terasa antara komitmen tersebut dengan praktik kebijakan di lapangan. Konflik Thailand–Kamboja tidak diiringi oleh inisiatif diplomatik Indonesia yang terlihat secara publik.

Demikian pula dalam isu Myanmar, proses di bawah kerangka Five-Point Consensus masih stagnan. Kondisi ini memunculkan persepsi bahwa kepemimpinan regional Indonesia belum sepenuhnya terartikulasikan secara nyata, meskipun sentralitas ASEAN terus dikedepankan dalam wacana resmi.

Refleksi ini tentu tidak berdiri sendiri. ASEAN hari ini menghadapi tekanan struktural yang semakin berat. Fragmentasi kepentingan antarnegara anggota menguat, sementara rivalitas kekuatan besar menarik kawasan ke dalam pusaran kompetisi geopolitik global.

Sekretaris Jenderal ASEAN, H. E. Dr. Kao Kim Hourn di Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan pada Kamis (30/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

Dalam situasi semacam ini, negara-negara ASEAN cenderung bergerak dalam survival mode, lebih fokus pada kepentingan nasional jangka pendek ketimbang kepemimpinan kolektif kawasan.

Dalam konteks tersebut, keterbatasan peran Indonesia sepanjang 2025 dapat dipahami sebagai dampak dari ruang manuver kawasan yang menyempit. Namun, pemahaman ini tidak serta-merta meniadakan kebutuhan akan refleksi kritis. Sentralitas ASEAN—jika tidak disertai dengan kepemimpinan yang konkret—berisiko tereduksi menjadi jargon kebijakan tanpa daya dorong substantif.

Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2026, pemerintah secara terbuka mengakui bahwa dunia tengah bergerak menuju tatanan yang semakin keras, kompetitif, dan sulit diprediksi. ASEAN pun tidak kebal dari dinamika tersebut. Bahkan, prinsip-prinsip dasar kawasan—seperti Treaty of Amity and Cooperation—disebut mengalami pelemahan di tengah meningkatnya krisis intra-ASEAN.

Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai, didampingi Dubes Kanada Jess Dutton, dan Dubes Kanada untuk ASEAN Ambra Dickie saat konpers terkait kunjungannya ke Indonesia di Wisma Kanada, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Dalam konteks inilah, konsep diplomasi ketahanan diperkenalkan sebagai pendekatan baru kebijakan luar negeri Indonesia. Alih-alih sekadar menegaskan posisi normatif, diplomasi Indonesia diarahkan untuk memperkuat kapasitas kawasan dalam mengelola konflik, mencegah eskalasi, dan menjaga ASEAN tetap menjadi ruang damai.

Penegasan kembali ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, dorongan penyelesaian Code of Conduct di Laut China Selatan, dan pendekatan beyond business as usual terhadap Myanmar menjadi bagian dari upaya reposisi tersebut.

Meski demikian, tantangan ke depan tetap besar. Diplomasi ketahanan akan kehilangan maknanya jika tidak diterjemahkan ke dalam langkah-langkah konkret yang dapat dirasakan oleh kawasan.

Bendera negara-negara ASEAN. Foto: dok. Kemenkeu

Indonesia perlu memastikan bahwa komitmen terhadap sentralitas ASEAN diwujudkan melalui kehadiran diplomatik yang konsisten, inisiatif yang nyata, dan kemampuan menjembata...

Read Entire Article