Generasi Muda dan Krisis Adab Digital

6 hours ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi Sosial Media. Foto: Ahyan Stock Studios/Shutterstock

Berbagai kabar memprihatinkan tentang perilaku generasi muda kini mudah ditemukan di media sosial. Video perundungan, pelajar yang membentak guru, remaja yang menantang orang tua, hingga tindakan tidak pantas lainnya beredar luas dan kerap menjadi konsumsi publik. Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian perilaku tersebut justru direkam dan diunggah oleh pelakunya sendiri, seolah tanpa rasa bersalah. Fenomena ini menunjukkan adanya krisis adab di ruang nyata dan ruang digital, bukan sekadar persoalan kenakalan remaja.

Perkembangan teknologi digital memang membawa banyak kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan serius dalam pembentukan karakter. Ruang digital yang nyaris tanpa batas sering membuat kebebasan berekspresi disalahartikan sebagai kebebasan berperilaku. Nilai sopan santun, empati, dan rasa hormat perlahan tergerus oleh budaya viral dan pencarian sensasi. Ironisnya, tidak sedikit orang dewasa yang justru gagal memberi teladan, bahkan ikut terjebak dalam pola komunikasi kasar dan tidak beretika di media sosial.

Krisis adab digital ini semakin diperparah oleh budaya validasi. Bagi sebagian remaja, jumlah “like”, komentar, dan pengikut menjadi tolok ukur nilai diri. Demi mendapatkan perhatian, mereka rela melakukan tindakan yang melanggar norma sosial, tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi membentuk karakter yang rapuh, mudah terpengaruh, dan minim empati.

Situasi ini seharusnya menjadi alarm bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada prestasi akademik dan penguasaan teknologi. Pengetahuan yang tinggi tidak otomatis melahirkan kebijaksanaan dalam bersikap. Tanpa fondasi adab, kecerdasan justru dapat menjadi alat untuk menyakiti, merendahkan, atau mengeksploitasi orang lain di ruang digital.

Lingkungan keluarga harus diupayakan menjadi tempat pendidikan akhlak yang utama. Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi terutama dari contoh nyata. Cara orang tua berkomunikasi, menyikapi perbedaan, dan menggunakan media sosial akan menjadi cermin bagi anak. Di sekolah, guru pun memiliki peran strategis sebagai teladan karakter. Ketegasan yang manusiawi, keadilan yang konsisten, serta penghormatan terhadap martabat setiap siswa merupakan pelajaran etika yang kuat, meski sering tidak tertulis dalam kurikulum.

Berbagai kajian pendidikan modern menegaskan bahwa keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, berpikir kritis, dan kreativitas, harus berjalan seiring dengan pendidikan karakter. Generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi, memahami konsekuensi digital, serta menumbuhkan empati dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun di ruang virtual.

Krisis adab digital tidak bisa diselesaikan dengan menyalahkan generasi muda semata. Ini adalah tanggung jawab bersama. Sudah saatnya orang dewasa menata ulang prioritas pendidikan dan pengasuhan dengan menempatkan adab sebagai fondasi utama. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cakap secara intelektual dan digital, tetapi juga matang secara moral dan sosial dalam menghadapi tantangan zaman.

Read Entire Article