Fakta dan Mitos tentang Burung Kedasih (Cacomantis Merulinus)

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Sosok burung kedasih yang suaranya selalu ada di semua hutan pengunungan Jawa Barat. (Gambar: Fabian S.R.)

Saat mendaki gunung, selain menikmati pemandangan yang terbentang luas dan udara yang terasa lebih bersih, penulis selalu memberi ruang khusus untuk mendengarkan suara burung.

Di jalur pendakian, suara-suara itu hadir sebagai lapisan pengalaman yang sering luput disadari, padahal ia menandai kehidupan hutan yang masih bekerja secara alami.

Penulis kerap berhenti sejenak, mengurangi langkah, lalu membiarkan telinga menyesuaikan diri dengan bunyi-bunyi yang muncul dari balik pepohonan. Dari sanalah, keberadaan burung dapat dikenali tanpa harus melihat wujudnya secara langsung.

Pengalaman mendengarkan suara burung itu berulang di berbagai hutan pegunungan Jawa Barat. Di Gunung Pangrango, kicauan terdengar rapat sejak pagi hari, menyatu dengan kabut yang turun perlahan.

Di Papandayan, suara burung sering muncul dari balik hutan mati dan semak belukar yang terbuka. Gunung Salak menghadirkan gema suara burung yang dalam, memantul di lembah dan lereng curam. Di Tangkuban Perahu, suara burung bercampur dengan desir angin dan langkah pengunjung yang datang silih berganti.

Di Gunung Ciremai, perbedaan ketinggian menghadirkan variasi suara burung yang jelas terasa. Gunung Cikuray menyuguhkan suasana lebih sunyi, dengan suara burung yang muncul sesekali namun tajam.

Di Guntur dan Malabar, kicauan burung sering terdengar dari kebun, hutan pinus, dan lahan campuran. Berdasarkan pengamatan dan catatan, Gunung Malabar ini memiliki keanekaragaman suara burung yang lebih kaya dari yang lain dan akan penulis narasikan secara khusus.

Gunung Sanggara, Wayang, Burangrang, Manglayang, serta Patuha memperlihatkan pola serupa, di mana burung menjadi bagian dari lanskap suara. Dari semua gunung itu, ada satu suara yang hampir selalu hadir, yaitu suara burung kedasih.

Burung kedasih dikenal luas di tanah Sunda dengan sebutan sirit uncuing. Dalam berbagai dialek Sunda, namanya dilafalkan berbeda menjadi sit uncuing, siit uncuing, atau sit incuing. Di wilayah Jawa, burung ini disebut darasih atau emprit ganthil.

Dalam bahasa Inggris, ia dikenal sebagai plaintive cuckoo atau rusty-breasted cuckoo, nama yang merujuk pada karakter suaranya yang mendayu. Ragam penamaan ini menunjukkan luasnya persebaran burung tersebut sekaligus kedekatannya dengan kehidupan masyarakat.

Secara ilmiah, burung kedasih memiliki nama Cacomantis merulinus dan termasuk famili Cuculidae dalam ordo Cuculiformes. Famili ini dikenal sebagai kelompok burung kangkok atau cuckoo yang tersebar luas di kawasan tropis dan subtropis dunia, sebagaimana dicatat dalam ensiklopedia Britannica.

Di Indonesia, subspesies Cacomantis merulinus lanceolatus hidup di Jawa dan Bali, sementara subspesies lain tersebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, sebagaimana dilaporkan dalam basis data Birds of the World.

Dari segi fisik, burung kedasih tergolong kecil dengan panjang tubuh sekitar dua puluh hingga dua puluh empat sentimeter. Burung jantan memiliki kepala berwarna abu-abu dengan punggung cokelat keabu-abuan dan bagian perut berwarna jingga atau merah sawo matang.

Burung betina tampak lebih burik dengan warna cokelat kemerahan yang lebih kusam. Tubuhnya ramping, paruhnya runcing, dan kakinya relatif kecil, mendukung kebiasaan bergerak cepat di balik rimbunan daun.

Burung kedasih dikenal sebagai burung yang lebih sering terdengar daripada terlihat. Ia gemar bertengger di balik tajuk pohon yang rapat dan jarang berpindah tempat saat bersuara. Kebiasaan ini membuat sumber suara sulit dilacak, meskipun bunyinya terdengar jelas dan panjang.