REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE — Eramet Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation) meluncurkan program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) di Ternate, Maluku Utara. Program ini mencakup pelatihan usaha, pendampingan, serta akses permodalan bagi pelaku UMKM perempuan ultra mikro.
Peluncuran program dilakukan melalui kegiatan “LAKSMI Local Kick-Off & Community Talk” yang digelar di Bela Hotel, Ternate, Rabu (21/1/2026). Acara tersebut dihadiri Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, CEO Eramet Indonesia Jerome Baudelet, serta Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam.
Rangkaian kegiatan peluncuran meliputi pameran produk UMKM lokal, dialog komunitas, serta sesi jejaring antar pemangku kepentingan. Sejumlah pelaku usaha perempuan memamerkan produk mereka dalam kegiatan tersebut.
“Program LAKSMI sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ketika UMKM perempuan diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, dan pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan,” ujar Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dalam siaran pers Eramet yang diterima pada Jumat (23/1/2026).
Pemilihan Ternate sebagai lokasi pelaksanaan berkaitan dengan besarnya potensi pelaku usaha perempuan di Maluku Utara, khususnya sektor ultra mikro, yang masih menghadapi keterbatasan akses pelatihan, pendampingan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital, serta pembiayaan. Sebagai pusat aktivitas ekonomi provinsi, Ternate memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi lokal.
CEO Eramet Indonesia Jerome Baudelet mengatakan, program LAKSMI di Ternate merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dijalankan di Jakarta pada September 2024. Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif global Women for Future yang dijalankan Eramet di sejumlah negara tempat perusahaan beroperasi.
“Maluku Utara memiliki tempat yang istimewa bagi kami. Wilayah ini tidak hanya menjadi lokasi operasional Weda Bay Nickel, tetapi juga menjadi komunitas yang ingin kami dukung seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya,” kata Jerome.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga penguatan jejaring dan kepercayaan diri pelaku usaha perempuan. “Program LAKSMI hadir tidak hanya untuk pada meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga pada menguatkan kepercayaan diri, jejaring, serta perluasan akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro di Ternate,” ujarnya.
Pada tahap awal pelaksanaan di Ternate, program LAKSMI mencakup pelatihan literasi keuangan dan pemasaran digital bagi 200 pelaku usaha perempuan ultra mikro. Di akhir program, 25 peserta terpilih akan menerima hibah usaha. Proses seleksi dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain peningkatan pengetahuan, partisipasi aktif, keterampilan digital, serta komitmen pengembangan usaha.
Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam mengatakan, program LAKSMI merupakan hasil kolaborasi untuk memperkuat peran perempuan dalam kegiatan ekonomi melalui pendekatan pendidikan dan pemberdayaan usaha.
“Kolaborasi ini mendukung perempuan pelaku usaha ultra mikro di Ternate dengan intervensi yang meningkatkan kepercayaan diri, pengetahuan bisnis, serta keterampilan finansial dan digital untuk mendukung usaha yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan awal program LAKSMI di Jakarta mencatat capaian di atas target. Sebanyak 460 UMKM perempuan menyelesaikan pelatihan daring berbasis ChatBot dari target 400 peserta.
Lebih dari 190 peserta mengikuti sesi MasterClass lanjutan dengan tingkat penyelesaian mencapai 82 persen. Program tersebut juga mencakup sesi mentoring bagi 100 UMKM perempuan, dengan lebih dari separuh peserta mengalami peningkatan pengetahuan.
Melalui pelaksanaan program LAKSMI, Eramet Indonesia dan YCAB Foundation menyatakan komitmen untuk memperkuat ekosistem UMKM perempuan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Maluku Utara.

4 hours ago
1






































