Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menegaskan bahwa negaranya tidak memberikan "ancaman" terhadap Greenland pasca pertemuan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan Presiden AS Donald Trump untuk membahas keamanan Arktik.
"China selalu menganjurkan penanganan hubungan antar negara sesuai dengan tujuan dan prinsip Piagam PBB. Apa yang disebut 'ancaman China' tidak berdasar," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (22/1).
Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte mengatakan pada Kamis (22/1), bahwa ia dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membahas bagaimana aliansi transatlantik itu sebaiknya membela Arktik dari Rusia dan China pada sela-sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Rutte mengatakan ia telah melakukan "diskusi yang sangat baik" dengan Trump tentang bagaimana sekutu NATO dapat bekerja sama untuk memastikan keamanan di kawasan Arktik, mengingat bukan hanya Greenland tetapi juga tujuh negara NATO yang memiliki lahan di kawasan Arktik.
Trump telah berulang kali mengatakan bahwa ia ingin mengakuisisi Greenland, dengan alasan akan melindungi pulau itu dari potensi ancaman Rusia atau China, meskipun pada Rabu (21/1) Trump mangatakan tidak kan menggunakan kekuatan militer dan mengisyaratkan kesepakatan sudah di depan mata untuk mengakhiri perselisihan atas wilayah Denmark itu setelah pembicaraan dengan Rutte.
"China menentang pembuatan narasi yang tidak berdasar dan menggunakan China sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi," tegas Guo Jiakun.
Rutte dalam panel diskusi di WEF mengatakan bahwa pembicaraanya dengan Trump adalah untuk memastikan bahwa China dan Rusia tidak akan mendapatkan akses ke ekonomi Greenland (atau) secara militer ke Greenland. Ia juga menyebut para komandan senior NATO akan berkumpul untuk menentukan apa saja yang perlu dilakukan secepatnya.
Rutte, selama pidato di WEF memberikan pujian kepada Trump atas pertumbuhan ekonomi Eropa, dengan alasan bahwa "tidak mungkin" hal itu akan terjadi tanpa dirinya. Pujian itu didasarkan pada komentar pemimpin NATO pada pertemuan puncak Juni lalu, yang sepakat untuk menganggarkan 5 persen dari PDB untuk pengeluaran pertahanan.
Selain menyebut tidak akan menggunakan kekuatan militer atas Greenland, pada Rabu (21/1), Trump juga sudah menarik ancamannya untuk mengenakan tarif sebesar 10 persen terhadap barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari, menyusul penolakan negara-negara tersebut terhadap upayanya mengambil alih Greenland dari Denmark.
Awalnya, tarif tersebut juga akan ditingkatkan menjadi 25 persen pada Juni kecuali tercapai kesepakatan untuk pembelian Greenland secara lengkap dan total.
Melalui media sosialnya, Trump mengatakan AS dan NATO telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan kawasan Arktik secara keseluruhan. Ia menyatakan bahwa solusi tersebut, jika terealisasi, akan menguntungkan AS dan seluruh negara anggota NATO.
Trump juga menambahkan bahwa pembahasan lanjutan mengenai Greenland dan sistem pertahanan rudal Golden Dome masih akan dilakukan.
Baca juga: Trump tarik ancaman tarif terkait penolakan rencana Greenland
Baca juga: Trump bantah ambisi Greenland didorong kepentingan soal mineral
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

23 hours ago
5






































