Catatan CSIS Buat DPR yang Bakal Revisi UU Pemilu: Sistem Terbaik-Ambang Batas

3 days ago 7
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Suasana rapat dengar pendapat Komisi II DPR tentang masukan terhadap desain dan permasalahan pemilu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Center for Strategic and International Studies (CSIS) diundang Komisi II DPR untuk membahas rencana revisi UU Pemilu pada Selasa (18/1). DPR segera merevisi UU Pemilu karena masuk Prolegnas 2026.

CSIS menilai, sistem Pemilu proporsional terbuka atau tertutup masih menjadi pilihan paling relevan untuk diadopsi dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu, dibandingkan sistem campuran (mixed system).

Kepala Departemen Politik dan Sosial CSIS, Arya Fernandes, mengatakan sistem proporsional bisa menjaga derajat keterwakilan pemilih dibandingkan sistem campuran.

“Mempertahankan sistem pemilu proporsional, dalam hal ini mungkin sistem Pemilu proporsional terbuka. Paling relevan saat ini untuk memastikan terpenuhinya prinsip keterwakilan, kompetisi yang setara, dan inklusivitas politik,” jelas Arya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/1).

“Jadi saya berkeyakinan sampai saat sekarang menurut pendapat saya, sistem proporsional, apakah proporsional terbuka atau tertutup, menurut saya sudah yang paling tepat kita adopsi partai politik,” ujarnya.

Selain desain sistem, CSIS menekankan pentingnya mendorong demokratisasi internal partai politik, terutama dalam proses rekrutmen calon legislatif.

“Partai juga harus didorong untuk melakukan demokratisasi internal dalam seleksi caleg, pembuatan keputusan, dan kemandirian keuangan,” kata Arya.

“Misalnya dengan menetapkan persyaratan keanggotaan partai minimal sedikitnya 2 tahun sebelum tahapan pemilu dimulai bagi seseorang yang ingin mencalonkan diri dalam pemilu legislatif,” lanjutnya.

Ilustrasi gedung DPR RI. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Ambang Batas Parlemen Perlu Diturunkan Bertahap

Dalam catatan CSIS, ambang batas parlemen (parliamentary threshold) perlu ditetapkan secara moderat untuk menyeimbangkan antara representasi dan efektivitas kerja parlemen.

Indonesia saat ini menerapkan syarat ambang batas 4% dari suara sah nasional supaya bisa dapat kursi DPR RI.

“Terkait ambang batas ini, menurut hemat saya kita harus mencari titik temu yang moderat atau tengah di antara kebutuhan untuk menciptakan sistem partai yang moderat,” jelas Arya.

“Sehingga memudahkan pembuatan keputusan untuk menghindari terjadinya legislatif deadlocks dan tetap memastikan adanya derajat keterwakilan,” sambungnya.

Pengamat Politik CSIS, Arya Fernandes. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Arya menjelaskan, ambang batas yang terlalu rendah berisiko menciptakan fragmentasi partai ekstrem di DPR. Sementara ambang batas yang terlalu tinggi dapat menggerus keterwakilan dan meningkatkan jumlah suara terbuang.

“Membuat ambang batas yang rendah misalnya 1%, itu akan menciptakan multipartai ekstrem di DPR dan berimplikasi pada legislatif deadlocks dan instabilitas politik di DPR. Sementara menciptakan ambang batas yang tinggi dap...

Read Entire Article