REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, meminta seluruh jajaran Bulog untuk proaktif menyerap jagung produksi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) guna memperkuat stok nasional dan mendukung stabilisasi pasokan pangan strategis. Permintaan ini disampaikannya dalam acara Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 yang berlangsung di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis.
Rizal menekankan pentingnya jajaran Bulog untuk menyerap seluruh hasil panen yang dikelola oleh Polda Lampung dan seluruh jajaran Polri di Indonesia secara optimal dan berkelanjutan demi ketahanan pangan nasional. "Saya harapkan teman-teman Bulog proaktif menjemput bola, jangan sampai menunggu. Kalau perlu, pendampingan terus sampai dengan panen selesai," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Rizal berdialog dengan Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika. Turut hadir dalam dialog tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang dikenal sebagai Titiek Soeharto, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Sinergi Bulog dan Polri
Ahmad Rizal menegaskan pentingnya jajaran Bulog untuk menjemput bola di lapangan agar penyerapan jagung tidak tertunda. Koordinasi intensif lintas wilayah diperlukan untuk mendukung petani mitra Polri secara langsung. Pendampingan harus dilakukan sejak awal hingga panen selesai untuk memastikan kualitas, kuantitas, serta kelancaran distribusi jagung dari sentra produksi utama ke daerah prioritas nasional.
Kebijakan proaktif ini diharapkan dapat memperkuat cadangan jagung nasional, menstabilkan pasokan pangan, serta meningkatkan sinergi antara Bulog dan Polri. Rizal juga mengapresiasi kontribusi Polri dalam produktivitas jagung. "Saya lihat Polri dengan cepat bertransformasi terkait dengan masalah pertanian," katanya.
Panen Raya Jagung oleh Polri
Polri menggelar panen raya jagung serentak dengan total produksi 743.522 ton di 36 wilayah sebagai wujud komitmen mendukung program swasembada pangan nasional. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mencapai target swasembada jagung yang dicanangkan oleh Presiden.
Panen raya yang dipusatkan di Kabupaten Bekasi merupakan pembuka dari keseluruhan panen yang akan dilakukan di lahan seluas 47.830 hektare dengan estimasi hasil produksi mencapai 743.522 ton. Pada hari pertama, panen dilakukan di lahan seluas 1.191 hektare dengan produksi 11.912 ton jagung. Di lokasi pusat kegiatan, panen dilakukan di area seluas 25 hektare binaan Polda Metro Jaya, dengan perkiraan 100 ton jagung berjenis pipilan kering dipanen.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

23 hours ago
11




































