Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot membantah negaranya bergabung dengan Dewan Perdamaian gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pada Kamis (22/1), laporan NBC News menyebut Belgia setuju ikut serta ke organisasi bentukan Trump itu, tetapi kemudian mendadak membatalkan keputusannya itu.
"Belgia TIDAK menandatangani Piagam Dewan Perdamaian. Pengumuman dimaksud tidak benar," kata Menlu Prevot melalui media sosial X, Kamis.
Prevot berkata bahwa pihaknya mengharapkan negara-negara Eropa menyepakati langkah bersama yang terkoordinasi terkait Dewan Perdamaian itu.
"Sebagaimana banyak negara Eropa yang lain, kami memiliki keberatan terhadap usulan tersebut," ucap Menlu Belgia itu.
Pekan lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza, yang keanggotannya mencakup Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.
Kemudian, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga, dan Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Presiden Trump juga mengundang pemimpin dari sejumlah negara lain, termasuk Rusia dan Belarus, untuk bergabung ke organisasi rintisannya.
Pada Kamis, Piagam Dewan Perdamaian resmi berlaku setelah diteken pemimpin negara-negara anggotanya.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Trump luncurkan Dewan Perdamaian, tak hanya tangani krisis Gaza
Baca juga: Menlu: Indonesia masuk Dewan Perdamaian Gaza, peran RI diakui dunia
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

10 hours ago
1






































