Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan hubungan perdagangan Malaysia dengan Iran sampai saat ini masih kekal atau berlanjut, di tengah ancaman pemberlakuan tarif impor 25 persen oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Terkait perdagangan dengan Iran, saat ini hubungan kita (Malaysia) dengan Iran masih kekal. Saya telah melakukan dua kontak dengan Iran. Ada juga Menteri yang telah dikirim ke Iran," kata Anwar dalam sesi tanya-jawab di Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Selasa.
Dalam hal ini Anwar menyiratkan akan mengedepankan kepentingan rakyat Malaysia, dalam artian pemerintahannya akan menggunakan kebijaksanaan dalam setiap hubungan internasional.
Baca juga: Ali Khamenei: Trump penyebab korban jiwa dan kerugian di Iran
"Jangan sampai terlihat terlalu lemah, tetapi juga jangan mengambil tindakan yang merugikan kepentingan negara," kata Anwar.
Menurut Anwar, sejauh menyangkut hubungan dengan Iran, Malaysia akan tetap mempertahankannya dan membela hak serta kedaulatan Iran.
"Itu juga prinsip yang kami junjung tinggi," jelasnya.
Sejauh ini Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor 25 persen terhadap produk-produk dari negara yang masih menjalankan hubungan perdagangan dengan Iran, serta kepada negara-negara Eropa yang tidak mendukung akuisisi AS terhadap Greenland.
Baca juga: Israel tidak siap, Trump dikabarkan batal serang Iran
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

3 days ago
20






































