REPUBLIKA.CO.ID,Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam kerap membaca doa Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya‘bana wa ballighna Ramadhan. Artinya, "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan".
Namun, apakah doa ini benar-benar bersumber dari hadis yang shahih?
Menanggapi hal tersebut, penceramah dan penulis Islam terkemuka asal Arab Saudi, Syekh Muhammad Saleh Al-Munajjid menjelaskan, tidak ada hadis shahih dari Nabi Muhammad SAW yang secara khusus membahas keutamaan bulan Rajab.
"Tidak ada hadits sahih dari Nabi (Saw) yang berbicara tentang keutamaan bulan Rajab," kata Syekh Al-Munajjid dikutip dari aboutislam, Jumat (23/1/2026).
Ia mengutip pendapat ulama besar, Ibnu Utsaimin, yang menegaskan bahwa tidak ada hadis sahih tentang keutamaan bulan Rajab."Bulan Rajab tidak berbeda dengan bulan Jumadal Akhirah sebelumnya, kecuali bahwa ia termasuk salah satu bulan haram. Tidak ada puasa, shalat, umrah, atau amalan khusus yang dianjurkan di bulan ini,”kata Ibnu Utsaimin dalam Liqa’ al-Bab al-Maftuh.
Adapun doa yang populer dibaca untuk menyambut Ramadhan tersebut diriwayatkan dari Anas bin Malik, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berdoa ketika memasuki bulan Rajab. Riwayat ini tercatat dalam kitab-kitab karya Imam Ahmad, At-Tabarani, dan Al-Baihaqi. Namun, para ulama hadis menilai sanadnya lemah.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adhkar, Ibnu Rajab dalam Lata’if al-Ma‘arif, serta Syekh Al-Albani dalam Da‘if al-Jami‘ sepakat bahwa hadis tersebut berstatus dhaif (lemah). Selain itu, hadis ini juga tidak menunjukkan adanya anjuran khusus untuk membaca doa tersebut pada malam pertama bulan Rajab.

4 hours ago
1






































