Tehran (ANTARA) - Satu orang tewas pada Rabu (31/12) malam waktu setempat di Kuhdasht County di Provinsi Lorestan, Iran barat, kata Saeid Pourali, wakil gubernur bidang politik, keamanan, dan sosial provinsi tersebut, kepada stasiun televisi (TV) milik pemerintah, IRIB.
Sementara itu, kantor berita semi resmi Fars melaporkan kerusuhan di Lordegan County di Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, Iran barat, pada Kamis (1/1) menewaskan dua orang.
Fars menggambarkan pihak-pihak yang terlibat sebagai "perusuh" dan mengatakan sejumlah gedung pemerintah dan bank rusak.
Beberapa penyerang menembaki para polisi hingga melukai beberapa petugas, dan sejumlah orang telah ditangkap, menurut Fars mengutip sumber yang mengetahui kejadian itu.
Gelombang demonstrasi terbaru di Iran dipicu oleh penurunan tajam nilai mata uang negara itu pada Minggu (28/12).
Rial Iran melemah secara signifikan sejak Amerika Serikat (AS) mundur dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan memberlakukan kembali sejumlah sanksi. Saat ini, 1 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.721) diperdagangkan dengan nilai lebih dari 1,35 juta rial di pasar terbuka.
Pourali mengonfirmasi aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah kota dalam beberapa hari terakhir akibat keluhan ekonomi.
Dia mengatakan aksi demonstrasi yang "damai dan legal" harus dihormati, tetapi tindakan vandalisme dan kekerasan tidak dapat diterima serta merugikan kepentingan nasional.
Dia menyalahkan tekanan ekonomi, termasuk volatilitas mata uang dan kekhawatiran tentang mata pencaharian, pada "sanksi Barat yang kejam".
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu mengatakan "solidaritas yang tulus bersama kritik yang membangun" diperlukan untuk menuntun negara tersebut melalui berbagai tantangan saat ini dan meletakkan landasan bagi reformasi yang berkelanjutan, menurut kantor berita resmi Iran IRNA.
Dalam sebuah unggahan di platform X pada Senin (29/12), Pezeshkian mengatakan bahwa mata pencaharian rakyat menjadi perhatiannya setiap hari.
Dia menuturkan pemerintah telah merencanakan "langkah-langkah fundamental" untuk mereformasi sistem moneter dan perbankan serta melindungi daya beli masyarakat.
Pezeshkian mengungkapkan dia telah menginstruksikan menteri dalam negeri untuk berdialog dengan perwakilan pengunjuk rasa agar pemerintah dapat menanggapi tuntutan mereka dan menyelesaikan permasalahan.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

20 hours ago
3






































