Washington Post dan dilema AI untuk bisnis media

1 day ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Sewaktu Jeff Bezos mengakuisisi Washington Post pada 2013, bos Amazon itu sesumbar bahwa surat kabar terkemuka di Amerika Serikat tersebut akan memasuki era keemasan.

Dua belas tahun kemudian pada 4 Februari 2026, Bezos malah memangkas pegawai Washington Post sampai 30 persen dari total pegawainya dengan memecat ratusan staf dan wartawan.

AS pun heboh, terutama karena reputasi istimewa Washington Post sebagai salah satu lembaga pers yang menguatkan pilar keempat demokrasi di AS.

Bezos pun dituding hendak membunuh salah satu media paling dihormati di dunia itu, karena ingin menyelamatkan lengan bisnisnya yang lain dan menjaga hubungan baik dengan Presiden Donald Trump.

Dengan kekayaan senilai 224 miliar dolar AS (Rp3.757 triliun) Bezos seharusnya tak harus merasa rugi-rugi amat telah kehilangan 100 juta dolar AS demi surat kabar bergengsi seperti Washington Post.

Tapi Bezos memang tak ingin terlihat buruk di mata Trump. Pada saat yang sama, Washington Post selalu kritis terhadap Trump sampai sering membuat sang presiden marah.

Bezos pikir kalau hal itu terus dibiarkan, maka rusaklah pendekatannya kepada Trump sehingga proyek-proyek bisnisnya yang lain, termasuk usaha antariksa Blue Origin yang mengandalkan kontrak dari negara, bisa gagal total.

Demi itu pula dua tahun lalu Bezos menghentikan kebiasaan Washingon Post membuat endorsement untuk salah satu calon presiden AS saat Pemilu 2024.

Tindakan Bezos itu membuat The Post kehilangan 250 ribu pelanggan berbayarnya.

Tapi Bezos punya alasan masuk akal untuk melakukan PHK besar-besaran, yakni karena merugi tiga tahun berturut-turut sejak 2023.

Tren merugi itu terjadi akibat dua hal, yakni (1) oleh turunnya jumlah pelanggan dan (2) oleh turunnya lalu lintas kunjungan (web traffic) ke laman Washington Post.

Seperti juga di Indonesia dan banyak tempat di dunia ini, bisnis Washington Post mengandalkan trafik web, khususnya yang bersumber dari pencarian atau search (organic search).

Ini tuntutan yang realistis dirangkul para pelaku bisnis media saat ini, karena 68 persen aktivitas internet diawali dari mesin pencari, dan 90 persen pencarian terjadi di Google. Tak heran, organic search selalu diasosiasikan dengan Google Search.

Menurut manajemen New York Times, trafik web dari organic search amblas sampai 50 persen, gara-gara AI atau Kecerdasan Buatan.

Penjelasannya adalah, peralihan ke AI ketimbang mendapatkan informasi dari search, membuat jumlah pengunjung laman Washington Post turun.

Akibatnya, kinerja laman Washington Post turun sehingga pengiklan tak tertarik memasang iklan, padahal iklan adalah penyambung hidup bisnis media.

Iklan pada dasarnya masuk jika lama akses pengguna web (time on site) dan jumlah halaman yang dibuka pengguna (pageview) di sebuah laman berita, tinggi. Jika kedua aspek ini rendah, maka pengiklan enggan mencantolkan iklannya pada laman itu.

Implikasi AI

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article