Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan setiap negara memiliki hak untuk bernegosiasi terutama terkait hal-hal yang menyangkut kepentingan negara dan rakyatnya.
"Mengenai Greenland, kami setuju dengan pendirian Eropa dan Denmark bahwa negosiasi diperlukan. Kami setuju dengan hak setiap negara untuk bernegosiasi," kata Anwar di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa.
Hal itu disampaikan Anwar saat menjelaskan sikap pemerintah Malaysia atas upaya akuisisi Amerika Serikat terhadap Greenland.
Anwar menyatakan pendirian Malaysia sangat jelas terkait hal-hal semacam itu, di mana Malaysia tidak mungkin menyetujui adanya upaya menaklukkan negara manapun yang merdeka dan berdaulat.
Baca juga: Ditekan tarif Trump, Denmark tegaskan Greenland bukan dagangan
"Tetapi untuk menaklukkan negara mana pun, yang tentu saja merupakan negara merdeka dan berdaulat, kami sama sekali tidak mungkin menyetujuinya. Jadi itulah juga pendirian kami," kata Anwar.
Sikap serupa juga disampaikan Anwar tentang penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Anwar menekankan ketidaksetujuan Malaysia karena hal tersebut melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dan mendesak Amerika Serikat untuk mengembalikan Presiden Maduro beserta istrinya ke Venezuela.
Baca juga: Venezuela: Serangan AS tewaskan 83 orang, termasuk 32 warga Kuba
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

3 days ago
6






































