Siswi SMA di Jaktim Diduga Dilecehkan Guru Olahraganya di Grup WA

2 days ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi berbalas pesan di whatsapp. Foto: Shutterstock

Polres Metro Jakarta Timur tengah mengusut dugaan tindak pidana kekerasan psikis dan pelecehan verbal yang menimpa seorang siswi SMA di wilayah Jakarta Timur. Tindakan tidak senonoh tersebut diduga dilakukan oleh seorang guru olahraga melalui grup WhatsApp.

Wakasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini, mengonfirmasi bahwa korban telah resmi melaporkan kejadian tersebut pada 2 Februari 2026 didampingi sang ibu.

"Benar adanya dugaan tindak pidana kekerasan psikis terhadap anak, di mana korban berinisial N. Kejadian tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak satu tahun yang lalu," ujar Sri Yatmini kepada wartawan, Selasa (10/2).

Kejadian ini terungkap saat korban sudah pindah sekolah ke SMA lain di wilayah Jakarta Timur. Pada 30 Januari 2026, korban mendapatkan informasi dari rekannya yang masih bersekolah di SMA lamanya mengenai adanya percakapan tidak pantas di sebuah grup WhatsApp.

Grup tersebut diketahui berisi siswa laki-laki dan seorang guru olahraga sebagai admin. Berdasarkan keterangan polisi, terdapat lebih dari 15 anggota di dalam grup tersebut.

"Grup itu diisi oleh salah satu guru dan para siswa, yang semuanya laki-laki. Dari percakapan di grup WhatsApp tersebut, korban disebut dengan kalimat yang menurutnya tidak senonoh, seperti ‘naked’, ‘seksi’, serta hal-hal yang menjurus ke arah seksual," jelas Sri.

Rekan korban yang merupakan seorang siswi sempat merekam isi percakapan tersebut dan mengirimkannya kepada korban. Mengetahui hal itu, korban merasa terpukul dan melaporkannya ke pihak berwajib.

Pihak kepolisian memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Saat ini, korban telah mendapatkan pendampingan psikologis di Sentra Handayani di bawah Kementerian Sosial.

"Langkah berikutnya, kami akan melakukan pemanggilan terhadap anak-anak saksi lainnya ataupun yang memberikan informasi kepada korban. Setelah itu, kami juga akan mengecek ponsel yang digunakan untuk merekam maupun menelusuri jejak digital," tambah Sri.

Dalam proses pembuktian, polisi akan melibatkan sejumlah saksi ahli, termasuk ahli psikologi, ahli penelitian sosial, hingga ahli anak dari Kementerian PPPA.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa pihak direktorat terkait bersama Sat PPA terus mendalami laporan pelecehan verbal ini.

"Itu masih didalami. Jadi, ada dugaan pelecehan verbal berdasarkan informasi di grup WhatsApp, dan ini masih didalami oleh Sat PPA maupun direktorat terkait," kata Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Selasa (10/2).

Read Entire Article