PSSI Bantah Isu Ramai Diaspora ke Super League Hanya demi Piala AFF

2 days ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pemain Timnas Indonesia Jays Noah Idzes (kanan) menyapa suporter Indonesia usai pertandingan melawan Timnas China pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menepis kabar miring soal ramainya pemain diaspora bergabung tim Super League. Ia membantah hal itu hanya demi mengejar Timnas Indonesia juara Piala AFF.

Musim ini, banyak pemain diaspora yang bergabung klub Super League, seperti Jens Raven, Rafael Struick, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, Ivar Jenner, Thom Haye, hingga Eliano Reijnders.

"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan gitu. Yang ngasih isu juga maunya mencerdaskan, karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang. Menyangkut duit. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?" kata Arya kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/2).

"Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan uang. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan di bayar situ. Bayar-bayar enggak ada situ urusan PSSI. Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Emang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi."

"Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu. Dari mana uang PSSI gitu untuk chip in chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu. Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub untuk enggak ada lah. Mana ada. Mana enggak pernah terjadi seperti itu," lanjutnya.

Arya Mahendra Sinulingga. Foto: Fariza/kumparan

Arya menilai bahwa isu tersebut tak masuk akal. PSSI tak melakukan intervensi soal perekrutan pemain-pemain ke klub Indonesia.

"Jadi mungkin ya pengamatnya itu berada dari luar semesta, alam semesta. Enggak ada, di dunia enggak ada yang seperti itu gitu. Jadi pakai logika sederhana, itu uang antar uang. Yang bayar klub. Kalau klubnya enggak mau bayar, memang PSSI bisa nyuruh klubnya?" ujarnya.

"Jadi itu mekanisme pasar aja dan mereka ya, kita kan enggak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka. Kan enggak ada gaji PSSI terhadap pemain. Jadi udahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas gitu. Jangan enggak cerdas," tandasnya.

Read Entire Article