Teheran (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (8/2) menggambarkan perundingan nuklir terbaru antara negaranya dan Amerika Serikat (AS) "maju selangkah".
Dia melontarkan komentar itu dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, yang menyoroti perundingan tak langsung antara delegasi Iran dan AS di Muscat, ibu kota Oman, Jumat (6/2).
Pezeshkian menuturkan pembahasan itu digelar sebagai hasil dari upaya tindak lanjut pemerintah-pemerintah "bersahabat" di kawasan Asia Barat. Dia juga menekankan bahwa dialog terus menjadi strategi yang dipilih Iran untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara damai.
Sementara itu, berbicara dalam sebuah konferensi nasional di Teheran, ibu kota Iran, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, yang mengepalai delegasi Iran saat perundingan Jumat tersebut, menyampaikan, "Tidak ada pihak yang berhak menentukan apa yang boleh atau tidak boleh kami miliki".
Araghchi memastikan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir, serta secara tegas menolak segala bentuk perundungan.
Araghchi berkata, "Jika mereka berbicara kepada rakyat Iran menggunakan bahasa kekuatan, kami akan meresponsnya dengan bahasa yang sama. Namun, jika mereka berbicara kepada kita menggunakan bahasa penuh hormat, respons untuk mereka akan diberikan dengan bahasa yang sama."
Perundingan pada Jumat itu digelar di tengah meningkatnya ketegangan regional antara Washington dan Teheran, termasuk peningkatan kehadiran militer AS belakangan ini di Timur Tengah dan peningkatan persiapan Iran.
Setelah perundingan berakhir, Araghchi mengatakan, "Secara umum, saya dapat menyatakan bahwa perundingan itu merupakan awal yang baik. Namun, kelanjutan proses tersebut bergantung pada konsultasi kedua pihak di ibu kota masing-masing dan keputusan mereka terkait bagaimana cara melanjutkannya."
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

4 days ago
5







































