Teheran (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu meminta maaf kepada bangsa Iran atas "kekurangan yang ada" di negara tersebut setelah marak aksi protes pada Januari, serta dia berjanji untuk melanjutkan reformasi.
"Sebagai orang yang bertanggung jawab atas pemerintahan, saya meminta maaf kepada bangsa Iran yang mulia atas kekurangan yang ada. Kami melakukan segala upaya untuk mengatasi semua masalah, dan kami akan melakukannya," kata sang presiden dalam pidato yang menandai peringatan ke-47 kemenangan Revolusi Islam.
Pihak otoritas Iran "menyambut protes dan menganggapnya sebagai kewajiban mereka untuk mendengarkannya (aspirasi pengunjuk rasa)," katanya.
"Namun, kami marah atas penghancuran, vandalisme, pembunuhan, dan pembakaran. Tidak ada warga Iran yang akan mengangkat senjata untuk membunuh warga Iran lainnya, tidak ada warga Iran yang akan membakar masjid," kata Pezeshkian.
Tidak ada warga Iran yang akan meminta orang asing untuk memasuki negara. Tidak ada orang merdeka yang akan meminta musuh untuk datang dan menyelesaikan masalah internal," tambahnya.
Sebelumnya, protes meletus di Iran pada akhir Desember di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya inflasi yang dipicu oleh melemahnya mata uang lokal, rial Iran.
Sementara itu, di beberapa kota, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi ketika para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengkritik kebijakan pemerintah.
Sedangkan korban jiwa dilaporkan terjadi di antara aparat keamanan dan para demonstran.
Sumber: RIA Novosti/Sputnik
Baca juga: Presiden Iran serukan keadilan, waspadai eksploitasi aksi protes
Baca juga: Trump sebut Iran ingin berunding setelah AS kerahkan kapal tempur
Baca juga: Iran rilis data kerusakan dan korban jiwa dalam aksi protes nasional
Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 day ago
2







































