Sebanyak 300 ribu lebih Yahudi Haredim memadati Yerusalem protes wajib militer.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Percakapan yang bocor antara miliarder yang dituduh melakukan perdagangan anak di bawah umur, Jeffrey Epstein, dan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
Percakapan mengungkap kekhawatiran lama Israel tentang keunggulan demografis Arab serta pandangan rasis yang meminta Barak mendatangkan imigran berkualifikasi tinggi dengan merendahkan orang-orang Yahudi yang datang dari Afrika Utara dan negara-negara Arab.
Menurut surat kabar Yedioth Ahronoth, dikutip Aljazeera, Selasa (10/2026), Barak memperingatkan dalam beberapa bocoran tersebut bahwa Israel sedang tergelincir menuju negara binasional.
Yaitu negara yang dalam satu generasi akan berubah menjadi mayoritas Arab dan mempercepat kemerosotannya, dan mendesak Israel untuk bangun sebelum terlambat.
Memecah monopoli rabi
Barak menekankan perlunya memecah monopoli rabi ortodoks atas pernikahan, pemakaman, dan definisi siapa yang disebut Yahudi, sambil menambahkan bahwa kaum Haredi memiliki lebih banyak anak daripada orang Arab.
Percakapan tersebut kemungkinan besar terjadi pada 2014, karena Barak beberapa kali menyebutkan bahwa usianya 71 tahun, dan saat ini usianya 83 tahun.
Salah satu peserta berbicara, "Demografi terlihat mengerikan, tidak ada orang waras yang memiliki anak, dan setiap orang yang tidak waras—dengan caranya sendiri— memiliki 5 anak. Arab, Haredim, 5 anak. Jika Anda orang Israel biasa, Anda memiliki satu setengah anak, atau dua anak."

2 days ago
4







































