Hamilton (ANTARA) - Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jorge Moreira da Silva menyoroti krisis kemanusiaan yang kian memburuk di Jalur Gaza dan mencatat bahwa terdapat dari 60 juta ton metrik puing-puing menumpuk di wilayah tersebut akibat kehancuran yang disebabkan Israel.
“Saya baru saja kembali dari Gaza, di mana krisis kemanusiaan semakin memburuk,” kata Jorge Moreira da Silva yang sekaligus Direktur Eksekutif Kantor PBB untuk Layanan Proyek (UNOPS), dalam sebuah pernyataan pada Kamis (15/1).
Ia menuturkan bahwa warga Gaza kelelahan, trauma, dan kewalahan. Selain itu, kondisi musim dingin yang keras serta hujan lebat pada pekan ini menggandakan penderitaan dan keputusasaan masyarakat.
Menggambarkan tingkat kehancuran sebagai sangat luar biasa, da Silva menyatakan bagi anak-anak, kehidupan sehari-hari kini ditandai oleh kehilangan dan trauma.
“Gaza memiliki lebih dari 60 juta ton puing, setara kapasitas hampir 3.000 kapal peti kemas. Rata-rata setiap orang di Gaza saat ini dikelilingi oleh 30 ton puing,” ucapnya.
Pejabat PBB itu memperkirakan bahwa dibutuhkan lebih dari tujuh tahun untuk membersihkan puing-puing tersebut.
Menyampaikan dukungan UNOPS dalam pembersihan puing, pemulihan energi, pengelolaan limbah, dan penyediaan tempat tinggal, da Silva menegaskan bahwa lembaganya terus memasok bahan bakar yang sangat dibutuhkan untuk tujuan kemanusiaan.
Ia menyebut bahan bakar sebagai tulang punggung operasi kemanusiaan di Gaza, dan memperingatkan bahwa tanpa bahan bakar maka rumah sakit tidak dapat menjalankan layanan kesehatan penyelamat nyawa, sistem air dan sanitasi akan berhenti.
Kekurangan bahan bakar juga akan menyebabkan bantuan pangan tidak dapat didistribusikan, serta komunikasi dan transportasi bagi petugas tanggap darurat akan terancam.
“Tim kami juga bekerja sama dengan UN Mine Action untuk membantu masyarakat menghadapi risiko luas dari sisa-sisa bahan peledak yang belum meledak,” ujarnya.
Lebih lanjut, da Silva menyambut pengumuman Amerika Serikat tentang transisi ke fase kedua rencana gencatan senjata Gaza.
“Ini harus benar-benar menjadi awal dari rekonstruksi. Pemulihan awal harus segera dimulai, termasuk pemulihan akses terhadap layanan dasar,” kata dia.
Menekankan persoalan puing, Wakil Sekretaris Jenderal PBB itu menambahkan bahwa persoalan puing bukan hanya volumenya, namun isi puing tersebut, seperti asbes, sisa-sisa jasad manusia, atau bahan peledak yang belum meledak.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PBB desak bantuan tanpa hambatan di tahap kedua gencatan senjata Gaza
Baca juga: AS mulai fase kedua gencatan senjata Gaza, fokus demiliterisasi
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

4 hours ago
1






































