Nature mengungkap hubungan Epstein dengan sejumlah Ilmuwan

2 days ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

London (ANTARA) - Jurnal Nature dalam laporan terbarunya menguak hubungan antara mendiang "tokoh" Amerika Serikat (AS) Jeffrey Epstein dengan komunitas ilmiah "lebih dalam dari yang diketahui sebelumnya" dan "belum pernah terjadi sebelumnya" dalam hal cakupannya.

Mengutip dokumen yang baru dirilis Departemen Kehakiman AS, laporan Nature tersebut mengungkapkan bahwa Epstein menginvestasikan jutaan dolar AS dalam berbagai proyek ilmiah dan "memiliki daftar hampir 30 ilmuwan papan atas".

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa para peneliti berkonsultasi dengan pelaku kejahatan seksual itu mengenai publikasi, visa, serta krisis hubungan masyarakat, dan bahkan mengizinkannya terlibat secara mendalam dalam pekerjaan penelitian mereka.

Meskipun Epstein telah divonis bersalah atas kejahatan seksual pada 2008, sejumlah ilmuwan tetap menjalin hubungan dengannya dan menerima dana darinya.

Sebagai contoh, Epstein menyumbangkan 800.000 dolar AS kepada Massachusetts Institute of Technology (MIT), sebuah langkah yang pada akhirnya berujung pada pengunduran diri dua ilmuwan dan penangguhan terhadap seorang ilmuwan lainnya.

Meski penyebutan para peneliti dalam berkas-berkas tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran atau keterlibatan dalam aktivitas kriminal Epstein, rincian itu menyoroti betapa dalamnya keterlibatan Epstein di bidang-bidang ilmiah yang didanainya, demikian menurut Nature.

Batch terbaru berkas-berkas tersebut mengungkap rincian baru mengenai interaksi antara Epstein dan sejumlah ilmuwan.

Lawrence Krauss, seorang fisikawan teoretis yang organisasi penyebaran ilmu pengetahuannya menerima dana sebesar 250.000 dolar AS dari Epstein, disebut menerima saran via surel dari pemodal tersebut untuk memberikan pernyataan "tidak berkomentar" saat Krauss menanggapi pertanyaan media terkait penyelidikan dugaan pelecehan seksual yang berujung pada pemecatannya dari Arizona State University di Tempe.

Seorang fisikawan teoretis Harvard, Lisa Randall, terungkap pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia pada 2014 dan bertukar surel yang bernada gurauan mengenai status tahanan rumah Epstein.

Pada 2013, Nathan Wolfe, yang saat itu merupakan ahli virologi di Universitas Stanford, mengusulkan agar Epstein mendanai sebuah studi perilaku seksual mahasiswa sarjana untuk menguji "hipotesis virus berahi kami".

Salah satu koneksi akademik terdekat Epstein adalah ahli biologi matematika Martin Nowak. Nowak, yang bergabung dengan Harvard pada 2003, mendirikan Program for Evolutionary Dynamics (PED) dengan pendanaan sebesar 6,5 juta dolar AS dari Epstein.

Pemodal tersebut tidak hanya bertindak sebagai penyumbang, tetapi juga terlibat secara mendalam dalam pusat riset yang memodelkan evolusi menggunakan matematika itu. Harvard menutup PED pada 2021 dan menjatuhkan sanksi terhadap Nowak, yang kemudian dicabut pada 2023.

Sejumlah surel menunjukkan bahwa Corina Tarnita, yang kini menjadi profesor di Universitas Princeton, menjalin kontak dengan Epstein hanya enam bulan setelah vonisnya dijatuhkan. Mahasiswa doktoral (PhD) Nowak tersebut mengirimkan ucapan ulang tahun kepada sang pemodal pada 2010 dan 2011 serta berterima kasih atas bantuannya dalam memperoleh visa.

Dokumen-dokumen tersebut juga mengungkapkan bahwa Epstein terlibat secara mendalam dalam pekerjaan para peneliti.

Dia secara rutin mendiskusikan sains dengan Nowak dan Tarnita, serta mengusulkan topik-topik penelitian seperti "evolusi komersial" dan "prakehidupan".

Pada 2010, Nowak bahkan membagikan salinan naskah sebuah makalah yang telah diterima Nature kepada Epstein sebelum dipublikasikan, dan Epstein memberikan saran mengenai cara menghadapi kritik terhadap makalah tersebut.

Rincian yang baru terungkap itu memicu kekhawatiran di kalangan akademisi. Jesse Kass, seorang matematikawan di University of California, Santa Cruz, kepada Nature menyatakan bahwa "belum pernah terjadi sebelumnya" keterlibatan seorang penyandang dana secara langsung dalam penelitian hingga level seperti itu.

Dia menambahkan bahwa harus "ada diskusi serius (di kalangan akademisi) mengenai apa yang salah dan bagaimana mencegah hal serupa terjadi lagi" dalam kerja sama dengan penyandang dana swasta.

Departemen Kehakiman AS mulai merilis batch dokumen terbaru ini pada 30 Januari.

Dengan total lebih dari 3 juta halaman, ini merupakan batch dokumen terbesar yang dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman AS sejak Kongres mengesahkan Undang-Undang Transparansi Arsip Epstein (Epstein Files Transparency Act) akhir tahun lalu.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article