Istanbul (ANTARA) - Komandan militer tertinggi NATO di Eropa, Senin (9/2), mengatakan bahwa perencanaan untuk misi Arktik baru berada pada tahap akhir, seiring aliansi tersebut menanggapi peningkatan aktivitas Rusia dan China di wilayah tersebut.
Jenderal AS Alexus Grynkewich, Komandan Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, menyampaikan pernyataan tersebut selama kunjungan kerja ke Luksemburg, di mana dia bertemu dengan Menteri Pertahanan Luksemburg Yuriko Backes dan Kepala Pertahanan Steve Thull, menurut media yang berbasis di Luksemburg, RTL Today.
Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan tersebut, Grynkewich mengatakan bahwa NATO hampir menyelesaikan persiapan untuk misi yang dikenal sebagai "Arctic Sentry," yang bertujuan untuk memperkuat kehadiran pakta pertahanan Atlantik Utara itu di Arktik. Dia menekankan bahwa misi tersebut belum dimulai.
Dia menambahkan bahwa dia berharap akan menerima detail lebih lanjut tentang misi tersebut dari Komando Pasukan Gabungan NATO di Norfolk, Virginia, pada Selasa, dan mencatat bahwa pengumuman resmi dapat menyusul dalam beberapa hari mendatang jika semua persyaratan terpenuhi.
Grynkewich juga menegaskan kembali komitmen AS terhadap klausul pertahanan kolektif NATO, Pasal 5.
Dia mengatakan tidak ada indikasi bahwa Washington akan mengurangi perannya dalam aliansi tersebut dan menekankan bahwa AS sedang berupaya untuk memastikan NATO tetap menjadi aliansi militer yang kuat.
Mengenai Ukraina, Grynkewich mengatakan demiliterisasi bukanlah pilihan selama perang masih berlangsung, sembari menggambarkan situasi yang sulit di tengah kondisi musim dingin dan serangan Rusia yang terus berlanjut terhadap infrastruktur.
Dia menambahkan bahwa meskipun AS telah membangun kembali komunikasi langsung dengan Rusia, langkah-langkah politik selanjutnya akan diputuskan di tingkat politik.
Sumber: Anadolu
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

2 days ago
5







































