Meursault Tersesat di Bandung

4 days ago 21
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Senja yang Menua. Photo: Dokumentasi Pribadi

Mearsault menepi ke Bandung, kota yang dia impikan sejak masa kecilnya saat sering mendengar kisah Sangkuriang, cerita rakyat dari tanah Sunda yang melegenda di seluruh Indonesia.

Mearsault membayangkan bahwa semua perempuan di tanah Sunda seperti Dayang Sumbi, cantik jelita yang hanya mengkonsumsi tanaman mentah. Cerita tersebut tertanam kuat di alam bawah sadarnya, bahkan ketika menyadari bahwa begitu banyak artis nasional yang berasal dari Jawa Barat.

Mearsault sangat menggandrungi buku Albert Camus karena memberikan validasi pada dirinya yang menjalani hidup dalam absurditas, meragukan semua hal, dan menganggap mengejar nilai-nilai moral kehidupan adalah kekonyolan belaka.

Daripada menghabiskan energi untuk mencoba menemukan hikmah dalam kehidupan ini, lebih baik menjalani dengan riang gembira seperti yang dilakukan oleh Sisifus ketika menjalani rutinitas hukum yang tiada akhir.

Dalam pengantar bukunya Caligula, Albert Camus menulis dengan sangat provokatif: "Umur 20an tahun adalah masa ketika seseorang meragukan segala sesuatu kecuali dirinya sendiri."

Ya, kita merasa menjadi poros kehidupan di usia remaja, tidak tersisa ketakutan yang menghancurkan eksistensi. Bahkan, dalam hal yang paling berbahaya sekalipun, semua akan diterjang.

Maka, pelanggaran terhadap hal-hal yang berbau norma di tengah masyarakat hanyalah karena ketaatan berlebihan terhadap kebenaran yang tidak dapat ditinggalkan oleh seorang seniman; benar bahwa dalam dunia seni, tidak ada batasan norma yang mengekang. Nilai hanya tergantung pada sudut pandang yang sangat subjektif.

Meursault menjumpainya duduk termangu di sudut bangku kosong pada sore menjelang gelap. Sambil menatap riuh pengunjung di sepanjang jalan Asia Afrika, dia duduk dengan anggun sambil menikmati jajanan yang dibungkus plastik bening. Dia mengenakan baju kaus warna hitam dengan gambar band metal, rambutnya dibiarkan terurai, seperti membiarkan angin menyerap ke popi-pori kulit kepalanya yang remuk dihantam badai.

Sore seperti ini, kawasan Braga memang sedang sesak-sesaknya. Tumpah ruang anak muda menemukan eksistensinya di sini, memotret diri membelakangi sunset, kemudian diposting di instagram dengan berbagai caption yang patuh pada suasana hati.

Ilustrasi Jalan Braga, Bandung. Foto: erick cxsx/Shutterstock

Wajahnya lusuh, tapi tetap menyisakan pesona yang menarik, tidak terlalu putih dengan wajah khas perempuan Sunda, jelita nan menawan.

Seorang perempuan yang sedang menunggu sesuatu, diri yang telah menghilang menjadi diri yang liyan. Dia benar-benar termangu dalam kesepian, tapi tidak dalam kesendirian.

Setiap dia mengubah posisi duduknya, bangku trotoar yang sudah mulai lapuk ikut berderik. Seolah mengeluh menahan beban usia dan kesepian.

Mearsault menyadari bahwa dia menemukan dirinya pada perempuan itu. Terkesan tenang, tapi sedang bergulat dengan riuh di kepala tentang perdebatan panjang dalam dirinya yang tak kunjung usai. Perempuan itu menggugat semua, bahkan pada eksistensi sang Maha Kuasa.

“Kau sedang bercakap dengan Tuhan?” tanya Meursault.

Aku percaya pada apa yang ada di kepalaku, tentang kesadaran yang harus selalu diperjuangkan. Sejak aku duduk di sini selama tujuh jam, mungkin hanya sekitar sepuluh menit diriku sadar, selebihnya hanya ilusi.

“Bukankah sebagian besar hidup memang begitu?”

Ilustrasi perempuan. Foto: nampix/Shutterstock

Perempuan itu menunjukkan mata yang berbinar, mengangkat dagu dan mulai menatap Mearsault, lalu memberondongnya dengan berbagai pertanyaan yang melumat kesadaran Mearsault.

Ketika kau sedang bertanya "Apa yang ada dipikiranku?" apakah kau menyadari semua yang kau tanyakan? Atau bahkan hanya basa-basi sosial, kosong agar manusia tidak saling merasa asing?

Aku akan mengotbahkan alegori manusia gua Plato. Bayan...

Read Entire Article