Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara mengenai Indonesia yang kekurangan ratusan ribu dokter. Budi mendukung penambahan jumlah dokter di Tanah Air.
Budi menyoroti kekurangan dokter di Indonesia diawali dari distribusi dokter kurang baik. Masalah itu, menurut dia, dapat diselesaikan lewat Surat Izin Praktek (SIP) dokter yang bisa dimiliki hingga bisa praktik di tiga tempat.
"Saya sih merasa bahwa dokter kita punya dua masalah. Satu, kurang distribusinya nggak baik. Jadi dua-duanya mesti di-address. Kenapa? Contoh yang paling jelas aja, sekarang kan SIP dokter ada tiga, tiga praktik di tempat yang berbeda," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/1/2026).
Budi mencontohkan, wartawan saja tak boleh bekerja di beberapa tempat berbeda. Tapi dokter dibolehkan praktik di tiga tempat karena jumlahnya kurang untuk melayani masyarakat.
"Wartawan kan nggak boleh kan, kerja di mana, kerja di mana gitu kan nggak boleh. Kalau dokter itu kenapa dibikin tiga? Kan kurang dokternya. Jadi kira-kira kalau saya bilang ya harus tiga kali lipat lah naiknya jumlahnya," ujar Budi.
Menurut Budi, masalah di lapangan seperti itu akhirnya menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Sehingga, kini pemerintah membuka keran seluasnya untuk menambah jumlah dokter. Termasuk dengan menggandeng kampus asing untuk mencetak banyak dokter.
Meski begitu, Budi berharap, penambahan dokter tak sampai mengurangi kualitasnya. "Nah caranya gimana? Ya Pak Prabowo juga udah lihat itu, bahwa jumlahnya kurang. Kita harus memang buka yang lebih banyak supaya orang-orang bisa masuk. Tanpa mengurangi kualitas," ujar Budi.
Dia mencontohkan, Korea Selatan menjadi negara yang dapat mendongkrak jumlah dokter dalam waktu singkat. "Bisa kok di luar negeri produksi dokternya negara seperti Korea yang cuma penduduknya 6,5-nya kita, dokter spesialisnya produksinya lebih banyak dari kita," ujar Budi.

1 day ago
10






































