Majelis Adat Dorong Revitalisasi Panglima Uteun Tata Kembali Hutan Aceh

1 hour ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH — Majelis Adat Aceh (MAA) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh serta sejumlah organisasi masyarakat sipil dan akademisi mendorong penguatan kembali peran lembaga adat dalam pengelolaan hutan Aceh. Dorongan ini mengemuka dalam 'Diskusi Awal Menata dan Menata Kembali Hutan Aceh' yang digelar di Aula Meusapat MAA Aceh, Banda Aceh, Kamis (15/1/2026).

Forum tersebut menghasilkan sembilan rekomendasi strategis yang menegaskan pentingnya kearifan lokal sebagai fondasi tata kelola sumber daya alam Aceh. Salah satu rekomendasi utama adalah urgensi merevitalisasi lembaga adat Panglima Uteun—atau sebutan adat lain—sebagai institusi lokal yang memiliki otoritas sosial, moral, dan ekologis dalam menjaga hutan.

Ketua Majelis Adat Aceh menilai penguatan kembali Panglima Uteun semakin mendesak menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang berulang di sejumlah wilayah Aceh. Menurut dia, rangkaian bencana tersebut menunjukkan terputusnya relasi etis antara manusia dan alam.

“Bencana ekologis yang terus berulang adalah isyarat kuat bahwa relasi manusia dan hutan perlu dikembalikan pada nilai adat, etika, dan tanggung jawab bersama,” ujar dia.

Selain itu, MAA mendorong percepatan pembentukan Badan Pengelola Sumber Daya Alam Aceh (BPSDAA) sebagaimana diamanatkan Pasal 156 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Badan ini diharapkan menjadi instrumen pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat adat.

Dalam skema yang direkomendasikan, struktur Panglima Uteun dibentuk melalui musyawarah mukim dan ditetapkan oleh bupati setempat, dengan pembinaan substansi tugas dan fungsi berada di bawah Wali Nanggroe melalui Majelis Adat Aceh.

Pemanfaatan hasil hutan berada dalam kendali lembaga adat dengan tetap berkoordinasi dengan dinas teknis, mukim, keuchik, serta melibatkan kelompok masyarakat setempat. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

MAA juga mendesak pemerintah melakukan penataan ulang perizinan pengelolaan sumber daya alam dan memprioritaskan akses kelola bagi masyarakat, khususnya masyarakat adat. Pemerintah Aceh diminta memastikan kebijakan tata ruang benar-benar melindungi wilayah adat (mukim) dari alih fungsi yang tidak terkendali.

Sejumlah akademisi dan organisasi masyarakat sipil yang hadir menilai penguatan lembaga adat bukan langkah mundur, melainkan strategi maju untuk membangun tata kelola hutan yang berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai lokal.“Menata kembali hutan Aceh bukan semata persoalan teknis kehutanan, tetapi juga soal etika, adat, dan tanggung jawab antargenerasi,” demikian salah satu kesimpulan diskusi.

Read Entire Article