Beirut (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon menyatakan "sangat terkejut" menyusul pengumuman Kuwait bahwa mereka telah menambahkan delapan rumah sakit Lebanon ke daftar sanksi terorisme nasionalnya.
Dalam sebuah pernyataan, Minggu, kementerian itu menyampaikan pihaknya tidak menerima pemberitahuan sebelumnya dari otoritas Kuwait.
Pihak kementerian juga menambahkan tindakan ini bertentangan dengan sikap persaudaraan dan diplomatik Kuwait yang telah lama terjalin terhadap Lebanon.
Delapan rumah sakit tersebut berlokasi di Lebanon selatan dan timur, serta pinggiran selatan Beirut. Area-area itu dilaporkan mendapatkan pengaruh Hizbullah yang kuat.
Harian Kuwait, Al-Rai, melaporkan bahwa komite Kuwait yang bertugas menegakkan resolusi antiteror Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil keputusan itu berdasarkan "alasan masuk akal" yang mengaitkan fasilitas-fasilitas tersebut dengan aktivitas teroris.
Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon menanggapi bahwa rumah sakit-rumah sakit itu menyediakan layanan medis kepada seluruh warga Lebanon tanpa diskriminasi, dan tetap menjadi bagian yang sangat penting bagi sistem perawatan kesehatan nasional.
Kementerian menambahkan bahwa pihaknya akan meminta klarifikasi dari otoritas Kuwait demi mencegah kesalahpahaman dan melindungi institusi-institusi perawatan kesehatan di negara tersebut.
Sebelumnya pada bulan ini, kementerian itu mengecam ancaman terhadap rumah sakit-rumah sakit di Lebanon selatan, menyusul laporan tentang militer Israel yang menyebarkan selebaran berisi peringatan bahwa Hizbullah menggunakan sebuah rumah sakit di Kota Bint Jbeil.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

4 days ago
6







































