KPK Pastikan Koordinasi dengan Kejagung Usut Kasus OTT Jaksa

3 weeks ago 22
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ketua KPK Setyo Budiyanto (ketiga kiri) bersama Wakil Ketua KPK Johanis Tanak (kiri), Ibnu Basuki Widodo (kedua kiri) dan Fitroh Rohcahyanto (kanan) memaparkan kinerja KPK 2025 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Banten dan Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. Dalam dua operasi senyap itu, KPK menjaring sejumlah oknum jaksa.

Dalam OTT di Banten, KPK menangkap sebanyak 9 orang. Rinciannya, yakni satu orang jaksa, dua pengacara, dan enam pihak swasta.

Selain itu, KPK juga turut menyita uang tunai sebesar Rp 900 juta sebagai barang bukti dalam OTT tersebut.

Namun belakangan, KPK menyerahkan penanganan perkara tersebut ke Kejaksaan Agung. Alasannya, Kejagung sudah lebih dulu menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) terkait dugaan korupsi serupa.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, memastikan tak ada intervensi yang diterima pihaknya dari Kejagung. Dia mengeklaim, KPK justru berkoordinasi.

"Saya jujur ini, tidak ada intervensi. Justru kami berkolaborasi dan saling berkoordinasi dan saling menghormati, menghargai," kata Fitroh dalam jumpa pers, Senin (22/12).

Fitroh menjelaskan, pelimpahan penanganan perkara tersebut bukanlah berarti sebuah intervensi. Namun, memang ada kesepakatan antara Kejagung dengan KPK.

"Tentu sebagai bentuk saling menghargai, saling hormati kita sepakati kemudian kita serahkan. Yang terpenting kan bukan siapa yang menangani. Yang terpenting adalah apakah ditangani atau tidak," ujarnya.

Kemudian, dalam OTT di HSU, KPK menetapkan 3 orang jaksa sebagai tersangka. Mereka ialah Kajari HSU, Albertinus Parlinggoman Napitupulu; Kasi Intelijen Kejari HSU, Asis Budianto; dan Kasi Datun Kejari HSU, Tri Taruna Fariadi.

Dalam prosesnya, Tri Taruna sempat melarikan diri dari kejaran petugas KPK.

Fitroh menyebut, dari kerja sama dengan Kejagung, Tri Taruna berhasil ditangkap dan diserahkan ke KPK.

"Kenapa saya sampaikan ini adalah bentuk koordinasi? Hari ini kemudian kejaksaan menyerahkan satu orang tersangka yaitu Kasi Datun yang hari ini kemudian diserahkan ke KPK. Itulah bentuk koordinasi, tidak ada kemudian intervensi atau saling menyembunyikan," ucapnya.

Dia menyebut, kerja sama yang dibangun antara KPK dan Kejagung merupakan suatu bentuk untuk memperbaiki organisasi dari oknum-oknum licik.

"Ya ini juga bentuk komitmen dari Kejaksaan Agung untuk kemudian membersihkan rekan-rekan Jaksa yang masih kemudian melakukan perbuatan-perbuatan tercela, perbuatan-perbuatan yang dilanggar," tutur dia.

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, memastikan pihaknya juga tak akan melakukan intervensi terkait penanganan perkara di KPK. Kejagung menyerahkan sepenuhnya proses hukum para jaksa yang terjerat korupsi itu ke lembaga antirasuah.

"Kejaksaan tidak akan mengintervensi atau menghalangi atau melindungi," ujar Anang saat dikonfirmasi, Minggu (21/12).

"Bahkan kami mendukung, upaya kita dalam membersihkan Jaksa dan pegawai yang melakukan perbuatan tercela silakan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dan kami siap bersinergi dalam penegakan hukum dengan prinsip kesetaraan saling menjaga dan menghormati masing-masing pihak," tambahnya.

Read Entire Article