Kontra-Terorisme AS dan Dinamika Baru Ikhwanul Muslimin di Timur Tengah

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ikhwanul Muslimin di Mesir Foto: Reuters

Penetapan Amerika Serikat terhadap Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi terorisme menandai babak baru dalam konfigurasi keamanan global dan dinamika konflik Timur Tengah. Keputusan yang diumumkan pemerintahan Presiden Donald Trump pada Selasa (13/1) ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi sarat pesan ideologis dan strategis.

Langkah ini perlu dibaca secara lebih mendalam. Bukan semata soal terorisme, melainkan juga soal arah perdamaian regional, khususnya bagi masa depan Palestina.

Penetapan tersebut secara spesifik menyasar tiga cabang Ikhwanul Muslimin di Lebanon, Yordania, dan Mesir. Cabang-cabang ini dianggap selalu memberikan dukungan finansial, logistik, dan perekrutan anggota bagi Hamas.

Padahal, Hamas sendiri telah lama diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh AS. Dalam kerangka kebijakan kontra-terorisme, hubungan ini dianggap sebagai justifikasi utama penetapan tersebut.

Dari perspektif studi perdamaian, terorisme tidak hanya dipahami sebagai tindakan kekerasan, tetapi juga sebagai produk dari konflik struktural yang belum terselesaikan. Palestina adalah contoh klasik konflik struktural yang melahirkan aktor-aktor non-negara bersenjata.

Pemimpin spiritual kelompok radikal Islamis Hamas, Sheikh Ahmed Yassin (Kanan) dan penasihat utamanya, Sheikh Ismael Haniyeh, berbicara kepada media di Kota Gaza (14/8/2022). Foto: FAYEZ NURELDINE/AFP

Hamas—yang didirikan di Gaza oleh Syekh Ahmad Yassin dengan akar ideologis Ikhwanul Muslimin—tumbuh dalam konteks pendudukan, ketidakadilan politik, dan kegagalan proses perdamaian jangka panjang.

Hubungan ideologis dan historis antara Ikhwanul Muslimin dan Hamas tidak pernah disangkal oleh para pemimpin Hamas. Bahkan, mereka secara terbuka menolak untuk memutus relasi tersebut.

Dalam teori konflik, keterikatan ideologis semacam ini menciptakan apa yang disebut identity-based conflict di mana identitas kolektif menjadi sumber legitimasi perjuangan sekaligus penghalang kompromi.

Keputusan AS ini membawa konsekuensi hukum yang luas, seperti pemblokiran aset, kriminalisasi transaksi, dan pembatasan perjalanan bagi anggota Ikhwanul Muslimin. Dari sudut pandang keamanan keras (hard security), langkah ini bertujuan memutus rantai pendanaan dan mobilisasi.

Namun, studi perdamaian mengingatkan bahwa pendekatan represif semata sering kali justru memperdalam rasa ketidakadilan dan memicu radikalisasi baru.

Ilustrasi kelompok Ikhwanul Muslimin. Foto: Khalil Mazraawi/AFP

Ikhwanul Muslimin sendiri merupakan salah satu organisasi Islam tertua dan paling berpengaruh di Timur Tengah, didirikan di Mesir pada 1928. Selama hampir satu abad, organisasi ini mengalami transformasi dari gerakan dakwah sosial hingga aktor politik transnasional. Pelarangan di Mesir sejak 2013 menjadi titik balik kemunduran signifikan, yang kemudian diperkuat oleh tekanan terkoordinasi dari negara-negara Arab.

Pada 2025, Yordania menjadi negara Arab terbaru yang melarang Ikhwanul Muslimin, menyusul Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Suriah, dan Rusia.

Dari perspektif peacebuilding, larangan serentak ini mencerminkan konsensus elite regional bahwa stabilitas negara lebih diutamakan dibandingkan pluralisme politik Islam. Namun, stabilitas semu sering kali dibangun di atas represi, bukan rekonsiliasi.

Dalam konteks Palestina, pelemahan Ikhwanul Muslimin berpotensi melemahkan Hamas secara finansial dan organisatoris. Secara teoritis, hal ini dapat membuka ruang bagi aktor-aktor Palestina yang lebih moderat untuk menguat...

Read Entire Article