Ketua FPCI: Imperialisme AS era Trump dorong tatanan dunia baru

4 days ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Ketua sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan kebijakan imperialisme yang diterapkan Amerika Serikat (AS) di bawah Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mempercepat perubahan dalam tatanan dunia yang baru.

"Kita tahu bahwa kebijakan luar negeri AS akan berbeda di bawah Trump, tetapi kita tidak memperkirakan sejauh mana kebijakan tersebut diberlakukan saat ini," kata Dino Patti, dalam Diskusi Publik FPCI bertajuk "Outlook on Geopolitical Trends & Indonesian Foreign Policy in 2026", Jakarta, Senin.

Dino, yang juga mantan Duta Besar RI untuk AS, mengatakan bahwa ketika orang-orang berbicara tentang imperialisme, hal itu dinilai tidak terlepas dari strategi penaklukan secara paksa dan agresif terhadap wilayah dan sumber daya negara lain.

Kebijakan tersebut juga meliputi penerapan hubungan yang tidak setara dengan negara lain, menindas dan tidak memperhatikan hukum internasional.

Kebijakan itu kini diterapkan oleh Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Hal itu telah diakui sendiri oleh Trump.

Dino menilai kebijakan tersebut telah mempercepat terjadinya proses perubahan dalam tatanan dunia yang baru.

Dari sudut pandang FPCI, Dino mengatakan ada beberapa hal yang mendorong perubahan dalam tatanan dunia berikutnya, yaitu institusi, hukum-norma internasional, distribusi kekuasaan dan peran dari kekuatan-kekuatan tersebut, serta tatanan regional.

"Jadi, tatanan dunia adalah penjumlahan dari tatanan regional. Dan ketika tatanan regional berubah, tatanan dunia juga berubah sampai batas tertentu. Kemudian, pola konflik, kerja sama, persaingan, dan semua metrik ini, segala sesuatunya berubah," kata Dino.

"Bagi kalangan pembuat kebijakan luar negeri Indonesia, pertanyaan besarnya adalah apakah kita memahami bahwa ini adalah momen penting? Momen penting bahwa dunia benar-benar sedang bertransisi ke sesuatu yang lain. Dan apakah kita memahami apa ambisi kita?" ujarnya lebih lanjut.

Setiap momen, kata dia, selalu menghasilkan sesuatu. Oleh karena itu, Dino menilai masyarakat Indonesia saat ini tengah menantikan respons dari pemerintah Indonesia terhadap lahirnya tatanan dunia berikutnya tersebut dan seberapa besar ambisi Indonesia di tengah momen penting dalam hubungan internasional tersebut.

Sementara itu, Dino juga menambahkan bahwa peristiwa geopolitik paling signifikan saat ini adalah perpecahan di antara negara-negara Barat.

Negara-negara Barat, kata dia, merupakan kelompok yang paling terorganisir di antara kelompok lainnya.

"Barat telah menentukan agenda dunia, mengatur berbagai hal, membentuk dan mengendalikan berbagai hal, melindungi dan melestarikan tatanan dunia, dan sebagainya. Namun, Barat saat ini tengah mengalami kehancuran. Mereka tidak tahu bagaimana menanggapi apa yang sedang terjadi," katanya.

Fakta bahwa Barat kehilangan kendali dan tidak tahu harus berbuat apa dengan kegilaan kebijakan luar negeri AS, menurut Dino, dengan jelas menandakan bahwa di dalam tatanan dunia berikutnya, posisi Barat akan berubah dari posisinya saat ini.

Baca juga: CIFP 2025: Tatanan dunia baru ditandai kebangkitan kekuatan menengah

Baca juga: Dino Patti Djalal: Dunia masuki "Next World Order", RI harus berperan

Pewarta: Katriana
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article