Indonesia-Inggris luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Indonesia dan Inggris resmi meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi di London, Inggris, pada Senin (19/1). Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi di berbagai sektor strategis, ditandai oleh penandatanganan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dari Indonesia dan Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menyebut perjanjian ini sebagai tonggak bersejarah bagi hubungan bilateral kedua negara. Menurut Jermey, perjanjian ini membawa hubungan perdagangan ke tingkat yang lebih tinggi dengan cakupan sektor seperti energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Kemitraan ini juga menegaskan komitmen kedua negara untuk mengatasi hambatan nontarif, mendukung pelaku ekspor, serta mendorong investasi dua arah dengan nilai yang lebih besar. Harapannya, kemitraan ini dapat menciptakan peluang baru bagi dunia usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.
Lawatan Presiden Prabowo
Peluncuran kemitraan ini bertepatan dengan lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris. Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo ditemani oleh beberapa pejabat negara seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Di London, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dan Raja Charles III. Dalam pertemuannya dengan PM Starmer, kedua negara juga akan menyepakati kemitraan strategis yang mencakup bidang pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, antisipasi dampak perubahan iklim, energi, dan lingkungan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 days ago
21






































